Hikmah Pagi: Kefaqihan dan Kecerdasan Sayyidah ‘Aisyah RadliyaAllahu ‘Anha

Hikmah Pagi: Kefaqihan dan Kecerdasan Sayyidah ‘Aisyah RadliyaAllahu ‘Anha

Akhir-akhir ini cukup populer postingan di mana-mana mendendangkan lantunan syair tentang Sayyidatul ‘Alam ‘Aisyah Radliyallahu ‘Anha baik dalam bahasa Indonesia juga bahasa ‘Arab. Di sini kami ingin menulis sosok beliau yang cerdas dan menjadi rujukan para sahabat dizamannya, bahkan pernikahan beliau disegerakan karena mendapatkan petunjuk dari Allah melalui mimpi beliau sampai tiga malam berturut-turut, ini diceritakan dalam kitab fathul bari syarh shohih bukhori karya monumental Ibn Hajar al-Asqolany (W. 852 H).

Beliau adalah seorang wanita yang dicintai rasulullah, yang nantinya akan menjadi tumpuhan para sahabat tatkala rasulullah wafat. Baik dalam masalah hadits maupun fiqih. Maka tatkala Rasulullah wafat terlihatlah bagaimana wahana keilmuan Sayyidah ‘Aisyah. Beliau seorang ahli dalam bidang fiqh, bahkan tak sedikit para senior sahabat mengambil perkataan serta fatwa beliau dijadikan rujukan.

Sayyidah ‘Aisyah memiliki kecerdasan yang di atas rata-rata. Yang menarik posisi rumah beliau yang menempel dengan masjid nabawi membuat beliau selalu mendengarkan kajian-kajian maupun khutbah rasulullah, sehingga beliau banyak mendengarkan hadits maupun hukum-hukum yang ditetapkan oleh rasulullah. Belum lagi kebersamaan bersama rasulullah.

Bukan hanya beliau habiskan hanya untuk bercumbu rayu, akan tetapi digunakan untuk berdialog dan menanyakan berbagai problematika yang beliau tidak ketahui langsung kepada Rasulullah. Beliau menghafalnya dan mencermatinya, maka tak heran jika beliau sangat menguasai asbabunnuzul juga asbabul wurud hadits secara detail.

Sayyidah ‘Aisyah tidak hanya cantik dan berkulit putih, sehingga nabi mempunyai panggilan istimewa yaitu ‘’’Humaira’’’. Diantara istri nabi satu-satunya yang gadis adalah Sayyidah ‘Aisyah dan beliau begitu mencintainya, sampai pernah menyampaikan di depan para sahabat, tatkala Amr Ibn Ash (W. 43 H) bertanya,

BACA JUGA  Ternyata ini cara menguatkan hafalan

أَىُّ النَّاسِ أَحَبُّ إِلَيْكَ فَقَالَ: “عَائِشَةُ” . فَقُلْتُ: مِنَ الرِّجَالِ قَالَ : “فَأَبُوهَا”.

Saya bertanya, siapakah orang yang paling engkau cintai? Rasulullah menjawab, ‘Aisyah, sedangkan dari kalangan laki-laki? Rasulullah menjawab: Abu Bakar. (H.R. Muttafaqun ‘Alaih, al-Jam’u Baina ash-Shohihain, Jilid: 3/321).

BACA JUGA  Kisah Inspiratif : -20- Nabi Yahya bin Nabi Zakaria Dialog dengan Iblis

‘Aisyah juga seorang istri yang paling lama menyertai Rasulullah, maka tak heran banyak ilmu yang diserap dari Rasulullah. Sehingga beliau termasuk sahabiyyah yang meriwayatkan hadits paling banyak juga diantara para istri rasulullah.

1. ‘Aisyah (W. 56) meriwayatkan hadits sebanyak 2210 hadits.
2. Ummu Salamah (W. 61 H) meriwayatkan hadits sebanyak 378 hadits.
3. Maimunah (W. 51 H) meriwayatkan hadits sebanyak 76 hadits.
4. Ummu Habibah (W. 44 H) meriwayatkan hadits sebanyak 65 hadits.
5. Hafsah (W. 41 H) meriwayatkan hadits sebanyak 60 hadits.
6. Shofiyyah Binti Huyay (W. 50 H) meriwayatkan hadits sebanyak 10 hadits.
7. Zainab Binti Jahsy (W. 20 H) meriwayatkan hadits sebanyak 9 hadits.
8. Saudah Binti Zam’ah (W. 54 H) meriwayatkan hadits sebanyak 5 hadits.
9. Juwairiyyah (W. 56 H) meriwayatkan hadits sebanyak 5 hadits. (Lihat: Ummahatul Mukminin Raadliya Allahu Anhun, Hal: 51).

Bukan hanya sekerdar itu beliau juga hafal dan pandai betul tentang syair-syair ‘arab, ilmu ansab (ilmu silsilah bangsa arab) juga ilmu medis ilmu yang jarang dikusai banyak orang. Maka Sayyidah ‘Aisyab begitu banyak keistimewaan yang tak bisa dilukiskan. (Bersambung).

Semoga terus mengudara semoga kita semuanya diberikan Allah pertolongan, keberkahan, keistiqomaan dan meneladani sirah-sirah para salafus shalih (generasi terbaik) Aamien Allahumma Aamien. Al-Faqir Ila Allah, ZA.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA