Hikmah Pagi : Berdebat dengan Orang Bodoh

Hikmah Pagi : Berdebat dengan Orang Bodoh

Dunia ini diisi oleh berbagai macam manusia, dari agama yang berbeda, ideologi yang berbeda, ras, suku, bahasa, paham dan lain sebagainya. Tak jarang perbedaan-perbedaan tersebut menyulut adanya perbedaan pendapat dan berujung kepada perdebatan.

Setiap manusia pada dasarnya memiliki yang namanya Gharizah Baqa’ atau biasa kita sebut sebagai naluri untuk mempertahankan diri. Seringkali saat kita bertentangan dengan pihak tertentu, maka naluri tersebut akan menguasai diri ini. Naluri agar harga diri tidak jatuh dan menjadi lebih unggul atas orang lain.

Berdebat adalah hal yang dibolehkan apabila tujuannya memang benar-benar mencari kebenaran dan tetap diperhatikan adab-adab nya. Namun bagaimana ceritanya apabila perdebatan berakhir menjadi debat kusir yang tujuannya hanya untuk memenangkan pendapat pribadi dan mengesampingkan kebenaran, dan bagaimana pula apabila kita ternyata berdebat dengan orang yang bodoh?

Orang yang bebal tidak mau menerima adanya kebenaran, serta berdebat dengan mengesampingkan rasionalitas dan dalil, hanya ego saja yang ditunjukkan.

Menurut David J. Schwartz, Ph.D. dalam bukunya yang berjudul The Magic Of Thinking Big dijelaskan bahwa setidaknya ada dua hal yang harus dilakukan saat kita menghadapi perdebatan atau petikaian yang tak terelakan.

1. Tanyakan dengan jujur pada diri sendiri “Apakah hal yang diperdebatkan ini penting?”

Tak bisa dipungkiri bahwa kita pernah terjerumus pada perdebatan yang sebenarnya tidak penting dan tidak jelas tujuannya, sekadar memperdebatkan idola atau manakah mahasiswi yang paling cantik di fakultas. Hidup ini hanya sebentar, sebagai seorang muslim sudah sepatutnya kita mengisi setiap waktu yang ada dengan hal-hal bermanfaat dan yang dapat mendatangkan ridho-Nya, bukan sebaliknya.

2. Ingatkan pada diri sendiri bahwa dalam debat kusir maka kita tidak akan memperoleh apapun, sebaliknya kita akan kehilangan hal-hal berharga.

Dalam perdebatan yang tidak jelas ujung-pangkalnya, kita akan kehilangan banyak hal. Antara lain waktu yang berharga, energi, emosi, relasi, dsbg. Dan yang tak kalah penting adalah orang lain akan menilai kita dengan bagaimana kita bertutur kata dan menyikapi sesuatu. Sudah bisa ditebak, bagaimana kiranya orang “waras” di luar sana akan menilai kita saat mereka tau bahwa kita meladeni atau bahkan jadi pelaku utama dalam debat kusir.

Sebelum adanya semua pembahasan ini, Islam pun sudah menjelaskan tentang bab untuk meninggalkan perdebatan dengan orang yang bodoh. Dari Imam Syafi’i Rahimahullah dalam Sikap menghadapi orang bodoh :

ﺍِﺫَﺍ ﻧَﻄَﻖَ ﺍﻟﺴَّﻔِﻴْﻪُ ﻭَﺗُﺠِﻴْﺒُﻬُﻔَﺦٌﺮْﻳَ ﻣِﻦْ ﺍِﺟَﺎﺑَﺘِﻪِ ﺍﻟﺴُّﻜُﻮْﺕُ

“Apabila orang bodoh mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam, tidak menanggapi”

ﻓَﺎِﻥْ ﻛَﻠِﻤَﺘَﻪُ ﻓَﺮَّﺟْﺖَ ﻋَﻨْﻬُﻮَﺍِﻥْ ﺧَﻠَّﻴْﺘُﻪُ ﻛَﻤَﺪًﺍ ﻳَﻤُﻮْﺕُ

“Apabila kamu melayani, maka kamu akan susah sendiri. Dan bila kamu berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati”

ﻗَﺎﻟُﻮْﺍ ﺳَﻜَﺖَّ ﻭَﻗَﺪْ ﺧُﻮْﺻِﻤَﺖْ ﻗُﻠْﺖُ ﻟَﻬُﻤْﺎِﻥَّ ﺍﻟْﺠَﻮَﺍﺏَ ﻟِﺒَﺎﺏِ ﺍﻟﺸَّﺮِ ﻣِﻔْﺘَﺎﺡُ

“Apabila ada orang bertanya kepadaku,“jika ditantang oleh musuh, apakah engkau diam ??”

Jawabku kepadanya : “Sesungguhnya untuk menangkal pintu-pintu kejahatan itu ada kuncinya.”

ﻭَﺍﻟﺼُّﻤْﺖُ ﻋَﻦْ ﺟَﺎﻫِﻞٍ ﺃَﻭْ ﺃَﺣْﻤَﻖٍ ﺷَﺮَﻓٌﻮَﻓِﻴْﻪِ ﺃَﻳْﻀًﺎ ﻟِﺼَﻮْﻥِ ﺍﻟْﻌِﺮْﺽِ ﺍِﺻْﻠَﺎﺡُ

“Sikap diam terhadap orang yang bodoh adalah suatu kemuliaan. Begitu pula diam untuk menjaga kehormatan adalah suatu kebaikan”

Lalu Imam Syafi’i berkata :

ﻭَﺍﻟﻜَﻠﺐُ ﻳُﺨْﺴَﻰ ﻟَﻌَﻤْﺮِﻯْ ﻭَﻫُﻮَ ﻧَﺒَّﺎﺡُ

“Apakah kamu tidak melihat bahwa seekor singa itu ditakuti lantaran ia pendiam ?? Sedangkan seekor anjing dibuat permainan karena ia suka menggonggong ??”

[“Diwan As-Syafi’i” karya Yusuf Asy-Syekh Muhammad Al-Baqa’i]

Allah subhanahu wa ta’ala pun berfirman :

خُذِ العَفْوَ وَأْمُرْ بِالعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الجَاهِلِيْنَ

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang jahil” (QS. Al-A’raf: 199).

Sumber: umma. id

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA