Berdasarkan ayat tersebut memberikan penegasan kepada kita bahwa kematian itu pasti tiba menimpa seluruh umat manusia, sedikitpun manusia tidak akan mampu menghindar darinya. Oleh karena itu mari kita mempersiapkan diri dengan bekal terbaik kita. Jangan suka menunda shalat, jangan berlaku zhalim dan perbaiki kualitas hidup dengan nilai-nilai ketaqwaan dalam diri, in sya Allah hidup kita akan bahagia dunia akhirat.
Mari kita selalu tafakkur tentang kematian yang akan menimpa diri kita cepat atau lambat Gunakan semua waktu.yang ada untuk beribadah dan beramal shalih. Janganlah kita menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga ini dengan hal-hal yang tidak perlu, agar kelak di akhirat tidak terjadi penyesalan yang berujung pada derita yang sangat panjang.
Diantara upaya kita agar kita terus semangat dalam beribadah dan beramal shalih adalah dengan menundukkan hawa nafsu. Mari kita didik hawa nafsu ini dengan nilai-nilai iman dan akhlakul karimah, agar selalu tunduk dan patuh kepada Allah dengan menjalankan ayari’at yang telah ditetapkan kepada kita. Karena inilah jalan satu-satunya untuk meraih ampunan, rahmat dan surga dari Allah. Sebagaimana yang disebutkan dalam Al Quran surat An Naziat 79:40-41 :
واما من خاف مقام ربه ونهى النفس عن الهوى، فان الجنة هي الماوى
“Dan adapun orang yang takut pada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sungguh surgalah tempat tinggalnya.”
Semoga uraian hikmah hari ini, menjadi satu pencerahan yang dapat menerangi akal dan qalbu kita, sehingga kita menjadi insan yamg cerdas di muka bumi. Aamiin.
Bekasi, 12 Muharram 1441 H/12 September 2019 M



