Hari kedua PSBB di Kota Depok

banner post atas

Sinar5News.com – Jakarta – Memasuki hari kedua penerapan PSBB di Kota Depok, Jawa Barat, arus lalu lintas terpantau ramai. Petugas belum memberikan sanksi bagi warga yang melanggar PSBB. 

Warga yang melanggar hanya diberikan himbauan dan arahan dari petugas. Hingga kini terdapat banyak pelanggar yang terjadi di Kota Depok.

Iklan

Berbeda dari hari sebelumnya , di hari pertama sejumlah jalan raya di Kota Depok terpantau lebih lengang berbeda dengan hari biasanya. Beberapa titik kepadatan lalu lintas cenderung ramai lancar, tidak padat seperti biasanya.

Jalan Nusantara di Kecamatan Pancoran Mas terpantau lengang pada pukul 07.40 WIB. Biasanya jalanan ini dipadati kendaraan pribadi karena terdapat sejumlah sekolah dan pertokoan.

Kemudian Jalan Dewi Sartika di sekitar Pasar Lama Depok juga terpantau ramai lancar. Kemacetan di sekitar palang pintu perlintasan KRL tidak terjadi. Di hari biasa, antrean kendaraan bisa sepanjang 50 meter hingga depan Transmart Depok.

Jalan Margonda Raya di sekitar Kantor Wali Kota Depok juga ramai lancar. Pada pagi hari, biasanya jalanan ini dipadati oleh angkot dan ojek online yang menanti penumpang di dekat ITC Depok dan City Plaza Depok.

Kepadatan juga tidak terjadi di Flyover Arief Rahman Hakim arah ke Jalan Nusantara. Setiap pagi jalanan ini dipadati angkutan umum dari arah Margonda dan Stasiun Depok. Pemkot Depok bahkan pernah beberapa kali mengatur lalu lintas untuk mengurai kepadatan di titik ini.

Pada sistem PSBB ini, para pengendara diminta untuk mengenakan masker. Namun tak sedikit pula pengemudi sepeda motor yang tidak menggunakan penutup mulut apa pun. Sebagian pengendara roda dua juga membonceng penumpang.

Penertiban PSBB dilakukan aparat kepolisian di kawasan perbatasan Depok-Jakarta. Akun Instagram depok24jam menayangkan video pemeriksaan di Jalan Raya Margonda dekat perbataaan Jalan Lenteng Agung.

BACA JUGA  Menteri PPPA RI, Berikan Penghargaan Kepada Gubernur NTB, Terkait Perda Pencegahan Pernikahan Anak.

Pengendara motor yang berboncengan diminta berhenti dan menunjukkan KTP. Hanya dua orang dengan alamat di KTP yang sama yang diperbolehkan berboncengan.

PSBB ini diberlakukan guna memutus penyebaran mata rantau virus covid-19 dikarenakan tiap harinya kasus terus bertambah.

Masyarakat dihimbau untuk menaati peraturan pemerintah dan bisa diajak kerja sama dalam situasi seperti ini.

(SDK)