Sinar5news.com – Selong – Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-74 tahun 2020 tingkat Kabupaten Lombok Timur, yang dilaksanakan secara virtual di seluruh wilayah Indonesia. Telah digelar dan dipimpin langsung Kapolres AKBP.Tunggul Sinatrio,S.I.K,M.H, diaula Graha Mapolres Lombok Timur. Rabu(01/07/2020)
Hadir dalam acara tersebut Bupati Lombok Timur, H.M.Sukiman Azmy, Dandim 1615 Lombok Timur, Letkol Inf.Agus Prihanto Donny,S.Sos, Ketua DPRD Lotim Murnan,S.Pd, Kepala Kejari Selong Tri Cahyo Hananto,SH, Ketua Pengadilan Negeri Selong Wari Juniati,SH,MH, Ketua Pengadilan Agama Selong H. Gunawan, MH.Para PJU dan Kapolsek Jajaran Polres Lotim. Serta Para tamu undangan upacara berjumah 50 orang.
Dalam Amanatnya Presiden Jokowi yang disampaiakn secara virtual mengucapkan. Terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pengabdian, pengorbanan dan sumbangsih Polri dalam rangka menjaga keamanan, ketertiban, penegakkan hukum dan pelayanan kepada masyarakat.
Sebagai bangsa pejuang kita tidak boleh menyerah menghadapi Pandemi Covid 19 yang melanda Indonesia dan Dunia sebagai cobaan yang berat kita harus bekerja keras untuk mengatasi permasalahan kesehatan dan ekonomi.
Mulai dari jajaran Mabes, Polda, Polres dan Polsek harus aktif terlibat mengajak masyarakat untuk disiplin menjalankan Protokol Kesehatan dan aktif mengawasi kelancaran dan ketepatan penyaluran bantuan sosial.
Perlu saya tegaskan bahwa keselamatan rakyat adalah yang paling utama, keselamatan dan kepentingan rakyat adalah hukum tertinggi, lakukan tugas kemanusian ini secara persuasif dan humanis namun harus tetap waspada, cepat tanggap dan tegas dalam menangani setiap pelanggaran hukum dengan menjaga profesionalitas dan kepercayaan rakyat.
Saya perintahkan kepada jajaran Polri, Kejaksaan, KPK, dan lembaga pengawas internal pemerintahan untuk terus memperkuat sinergi dan kerjasama dalam pelaksanaan program penanganan Covid 19 dibantu percepatannya dan diawasi penggunaan anggarannya.
Walaupun Polri fokus dalam membantu mengendalikan pandemi Covid 19, namun sebagai agenda strategis Polri tidak boleh dilupakan. Jajaran Polri harus terus mereformasi diri secara total dan berupaya memperbaiki diri untuk lebih profesional dan modern, ubah semua kelemahan menjadi sebuah kekuatan.
Polri akan menghadapi tantangan semakin berat dan semakin kompleks mulai dari kesehatan konvensional, kejahatan lintas negara, kesehatan berimplikasi kontijensi dan kejahatan terhadap kekayaan negara.
Dalam amanatnya juga Presiden Jokowi memberikan instruksi sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas Polri, diantaranya, Pegang teguh dan amalkan nilai-nilai luhur Tribrata dan Catur Prasetya dalam setiap pelaksanaan tugas, jaga kehormatan kepercayaan dan kebanggan sebagai anggota Polri.
Terus lakukan reformasi diri secara total, bangan sistem dan tata kelola partisipatif transparan dan akuntabel serta bangun kultur kerja Polri yang profesional modern dan terpercaya.
Mantapkan solidaritas internal, perkuat sinergi TNI dan seluruh elemen pemerintah maupun masyarakat untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks.Terapkan strategi proaktif serta tindakan persuasif dan humanis dalam menangani masalah sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
Tingkatkan pelayanan publik yang modern dan profesional, lakukan penanganan hukum secara transparan dan berkeadilan sehingga Polri semakin dipercaya oleh masyarakat. Jaga kedisiplinan masyarakat untuk menerpakan protokol kesehatan agar masyarakat produktif dan aman dari Covid 19.serta ikut mendukung proses pemulihan ekonomi nasional sesuai kewenangan Polri dengan penuh tanggung jawab.(Bul)


