Ungkapan yang sering kita dengar dari banyak orang dalam menyambut tahun baru adalah, “Semoga tahun ini lebih baik dari tahun kemarin”.
Inilah fithrah diri manusia, sebenarnya ingin selalu lebih baik dari waktu ke waktu. Bahkan dalam Al Quran berulangkali memotivasi umat manusia agar terus berpacu berada pada kondisi gemar berbuat baik (Al Baqarah 2:148, Al Maidah 5:48).
Adanya ungkapan menyambut tahun baru menjadi lebih baik tergantung latar belakang profesi, keahlian dan kemampuan mereka. Orang yang sehari-hari bergelut di bidang ekonomi berharap semoga ekonomi makin membaik. Orang yang sehari-hari bergelut di bidang pendidikan berharap agar pendidikan lebih maju dan berkualitas. Orang yang sehari-hari bergelut dibidang kesehatan berharap semoga kesehatan makin hari makin membaik. Demikian seterusnya.
Harapan-harapan tersebut tidak akan pernah tercapai kalau hanya sekedar sebagai selogan pemanis di bibir saja. Mesti lebih gigih lagi berusaha dengan strategi dan tehnik yang lebih bagus. Ini adalah sunnatullah yang tidak bisa dipungkiri.
Kalau mau di Indonesia keadaan ekonomi makin maju, suhu politik makin kondusif, hukum tegak dengan lebih adil, pendidikan lebih berkualitas, kesehatan makin membaik dan angka kriminal makin berkurang, maka memasuki tahun baru 2020 ini semua elemen masyarakat dari lapisan bawah sampai lapisan atas, dari rakyat jelata sampai para pejabat, semua mengerahkan segala daya dan upaya secara konsisten untuk meningkatkan kualitas hidup sesuai dengan bidang dan keahlian masin-masing.
Memasuki tahun baru ini, mari kita berperan sebagai aktor perubahan kearah yang lebih baik, bukan sebagai pengekor yang hanya menunggu perintah. Kita berperan sebagai pemain terbaik, bukan hanya sebagai penonton yang pasif tidak punya kreatif. Kita berbuat sebanyak-banyaknya hal-hal yang manfaat bagi sesama di lingkungan kita masing-masing, bukan berbuat hal-hal yang bersifat keonaran, keresahan, kekacauan dan permusuhan.
Semua kembali kepada diri kita masing-masing. Tahun baru ini tidak bermakna apa-apa, kalau kita hanya heboh menyambut tahun baru dengan segala pesta pora yang menghambur-hamburkan harta secara berlebihan, sementara dampak positifnya tidak ada sama sekali. Hanya dengan kerja keras, kerja ikhlas, kerja tuntas dan disertai doa semua harapan baik itu akan tercapai dengan maksimal, in sya Allah.
Walaupun tahu baru kali ini diawali dengan musibah banjir yang sangat dahsyat melanda berbagai tempat, seperti di Jakarta dan Bekasi dengan puluhan korban meninggal dunia dan rusak parahnya berbagai fasilitas seperti rumah, kendaraan, kantor dan lain-lain, semua itu tidak menyebabkan kita patah semangat untuk mengisi tahun baru ini dengan berbagai macam amaliyah salihah yang kualitasnya lebih baik dari tahun kemarin.
Semoga uraian hikmah ini, menjadi bahan rujukan menyambut dan menghadapi tahun baru 2020, aamiin.
Jakarta, 8 Jumadil Awwal 1441 H/4 Januari 2020 M
Penulis : Marolah Abu Akrom





