Hanya Orang Berakal Sehat yang Merawat Pasilitas Umum

banner post atas

Ketua PCNW (Terpilih) Kecamatan Kediri Lombok Barat Ustaz Muhammad Azmi sangat menyayangkan dan mengecam keras oknum pengerusakan Pelang nama bandara di Lombok Tengah kemarin.

Perusakan pelang penamaan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid di pintu masuk bandara adalah sikap konyol yang disayangkan banyak pihak. Termasuk Ketua PCNW terpilih Kecamatan Kediri ikut angkat bicara.

“Jangan karena egoisme pribadi dan demi kelompok tertentu, bisa menghilangkan akal sehat sehingga pasilitas umum dirusak.” Kata Muhammad Azmi, S.Pd.I Ketua PCNW terpilih (2020-2025) Kecamatan Kediri.

Iklan

Sungguh, memang dengan alasan apapun pasilitas umum tidak boleh dirusak. Baik secara akal sehat, maupun menurut hukum. Termasuk pelang penamaan bandara Internasional di Lombok ini.

Secara akal kita membaca bahwa pelang yang dirusak adalah bagian dari sarana prasarana yang dimiliki bandara, suatu sarana yang berada di tempat vital sebagai pintu masuk di daerah. “Hanya orang berakal yang merawat pasilitas umum.” Kata Azmi mengecam.

Beliau juga melanjutkan, secara hukum penamaan bandara di Lombok dengan nama Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM) adalah sudah sesuai prosedur, sudah melalui paripurna DPRD Provinsi NTB dan Gubernurnya sehingga Pemerintah Pusat menetapkan nama tersebut.

“Bapak Jokowi melalui Menteri Sosial telah menetapkan Zainuddin Abdul Majid sebagai nama bandara Internasional yang ada di Lombok.” Tegasnya.

Melalui dua sudut pandang ini, menurut Ustaz Azmi, sudah cukup menjadi alasan kuat kita merawat dan mendukung sikap Pemerintah Pusat dalam penamaan bandara ini. Dengan dua sudut pandang tersebut, sikap pro kontra dan gejolak arus bawah juga bisa direda. Kecuali –memang– isu ini ditunggangi kepentingan segelintir elit.

“Kita sangat mendukung Polda NTB untuk mengusut tuntas pelaku pengerusakan pelang bandara ini. Bahkan, kita sangat berharap agar diusut sampai ke dalang (yang bermain) di balik sikap konyol ini.” Demikian kata alumni Ma’had Darul Qur’an wal Hadis Pancor tersebut.

BACA JUGA  AUDIENSI DIREKTUR MEDIA SINARLIMA DENGAN KEPALA BADAN PENGHUBUNG DAERAH NTB-JAKARTA

Terakhir, harapan beliau meski ini sudah menjadi konsumsi publik, semua pihak harus mengerim diri, warga NW harus tenang dan sabar sambil berdoa serta menyerahkan urusan ink ke aparat penegak hukum.

“Jangan kita mudah terpropokasi dan mudah diadu domba. Kondusifitas daerah tetap lebih mahal.” Katanya berharap.

Kediri, 2 Januari 2021 M.