Sinar5news.com – Jakarta – Amerika Serikat (AS) kali ini benar-benar siap untuk menghadapi china. Kegigihannya tersebut ditunjukkan langsung didepan para Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA).
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo pun ikut melontarkan sebuah kata-kata ancaman melalui akun twitter pribadinya pada kamis kemarin untuk siap menghadapi pasukan Xi Jinping di laut China Selatan.
Hingga kini benar halnya mengenai ancaman tersebut, Kapal Perang AS telah tiba di Selat Taiwan untuk bersiap menghadapi kecaman militer China di laut Selatan tersebut pada Jum’at (5/6)
Kedatangan kapal perang AS tersebut telah dikonfirmasi oleh kemenhan Taiwan. Namun pihak dari Negara Taiwan tidak bisa mengetahui dengan pasti tujuan kapal perang AS itu Berada di perairan yang kini situasi di Asia Pasifik itu sedang memanas.
Taiwan berdalih bahwa keberadaan kapal AS di perairan tersebut hanya sekedar melintas dan menjalankan misi biasa.
“Kapal perang AS telah transit di Selat Taiwan yang sempit yang memisahkan pulau dari daratan, menuju selatan. Angkatan bersenjata Taiwan memantau kapal itu sebagai misi biasa,” kata Kementerian Pertahanan Taiwan dikutip Viva Militer dari Reuters, Jum’at, 5 Juni 2020.
Dikutip dari laman resmi Viva Kedatangan kapal perang AS di Taiwan itu juga telah dibenarkan oleh Armada Pasifik AS. Melalui akun facebooknya, Armada Pasifik AS mengatakan kapal perang yang saat ini sudah tiba di Taiwan itu sebagai kapal USS Russell, kapal perusak kelas arleigh burke.
Akhir-akhir ini ketegangan antara Amerika Serikat dan China terus memanas.
Amerika menuding China sebagai pihak yang harus bertanggung jawab atas terjadinya pandemi Covid-19 yang kini telah membuat seluruh negara di dunia terkena imbasnya. Bukan hanya itu, Amerika juga sempat angkat bicara mengenai dengan memanasnya hubungan China dengan beberapa negara tetangganya di Laut China Selatan, seperti Taiwan, Hongkong, dan India yang terjadi akhir-akhir ini.
Kehadiran kapal perang AS di Taiwan yang bertepatan dengan momentum peringatan peristiwa berdarah Tiananmen itu, seakan semua itu menjadi sebuah penanda bagi China bahwa Amerika Serikat sangat siap mendukung Taiwan dan Hongkong dalam menghadapi kekuatan militer Presiden Xi Jinping yang saat ini mencoba mendominasi negara-negara di sekitar Laut China Selatan tersebut.





