Duka itu tak Abadi, Allah ganti dengan Bahagia.

banner post atas

 

Terselenting kabar duka melara,
Mendebur kencang melebihi ombak di samudera,
Langit pun bersedih mendengar kabar itu,
Mengirimkan awan hitam legam menyisakan sendu,

Ohh sungguhlah kejam fitnah manusia,
Tak segan dengan siapa yang ada di depan mata,
Bahkan Tuhan pun serasa tak ada apa-apanya dihadapannya,
Dihiraukan begitu saja demi ambisi golongan semata,

Duhai manusia,
Sungguh, bagai hanya tinggal berucap, Allah mampu ubah apa yang dikehendakiNya,
Allah mampu hancurkan apa yang bukan jadi tandingannya,
Seberapa hebatkah kamu berlagak pongah di hadapanNya?
Sedangkan kamu tak memiliki kemuliaan apa-apa di sisiNya?

Kukira aku tak akan pernah keliru,
Bahwa Allah pasti akan tunjukan ke-Agungannya padamu,
Yang tiada satu insan pun yang bisa menghalangi, apabila sudah jadi ketetapan Sang Ilahi Rabbi,

Dan benar saja,
Fitnah-fitnah itu berguguran bagai daun yang mengering di musim semi,
Perlahan-lahan musnah bagai pasukan gajah yang dihabisi burung ababil utusan Sang Ilahi,
Tak tersisa, bagai kayu yang dilahap habis oleh api,

Senyum itu kembali merekah indah,
Saat keyakinan tergantikan dengan jawaban,
Hidayah itu datang, seiring dengan musnah nya fitnah akhir zaman,
Yang diciptakan manusia-manusia yang tak tahu aturan,

Sungguh, Allah itu sangatlah bermurah hati,
Tunjukan cahaya kebenaran kepada mata dan hati,
Membuka seluruh pandangan, menyingkap rahasia semesta ini,
Memenuhi akal fikiran dengan syukur yang tiada henti,

Kini,
Kabar duka tak lagi menjadi-jadi,
Awan mendung beranjak pamit, semoga selamanya pergi,
Tak lagi hinggap, membawa luka yang bisa mengikis iman dalam hati,
Dan semoga saja Allah selalu mencintaimu hingga akhir dunia ini,

Kini,
Tergurat lugas bulan sabit indah di wajahnya,
Tersimpul tawa terucap syukur tak terkira,
Menambah indah bahagia tiada tara,
Allah tunjukan jalan kebesaranNya.
Melegakan deru nafas yang semula sesak melara,
Menyisakan bahagia yang semoga saja abadi hingga Syurga.

BACA JUGA  SYAIR INSPIRATIF (39) KEMATIAN TERJADI ATAS IZIN ALLAH, ALI IMRAN 145 Oleh : Abu Akrom

Sungguhlah kekasih Rabbi,
Berada di jalan ini hanya akan menyisakan bahagia tanpa henti,
Mendamaikan hati yang mungkin pernah tersakiti,
Menyejukkan setiap pasang mata yang tak berkedip memandangi,
Allah itu amat baik pada kami,
Mengembalikan sang rembulan di tengah-tengah kami,
Semoga Allah jaga kebahagiaan ini,
Sampai hari terakhir kami di dunia ini.
Bahkan sampai ke Syurga yang dirindui.

– Atika Dewi Nurbaya
Jakarta, 10 Januari 2020