Dr.Khirjan Nahdi Tanggapi Stetmen Mendibud Yang Kontroversial Dan Membingungkan.

Dr.Khirjan Nahdi Tanggapi Stetmen Mendibud Yang Kontroversial Dan Membingungkan.

Sinar5news.com – Pancor – Wakil Rektor Universitas Hamzanwadi Selong Lombok Timur Nusa tenggara Barat Dr.H.Khirjan Nahdi,M.Hum menganggap pernyataan Menteri Pendidikan Republik Indonesia Nadiem Makarim tidak membingungkan karena pernyataan itu wajar dan tidak ada yang aneh dewasa ini.Hal itu disampaikannya di Pancor. Senin(16/12/2019).

Tanggapan ini dilontarkan dosen senior Universitas Hamzanwadi itu karena stetment dari Mendibud yang sering dinilai controversial dan membingungkan kalangan masyarakat terutama pada pelaku pendidikan. Hingga akhirnya Nadiem Makarim yang mantan innovator Gojek itu dipanggil DPR untuk dimintai penjelasannya.
Khirjan Nahdi mengatakan pernyataan Mendikbud yang mengatakan gelar tidak menjamin kompetensi ,maksudnya gelar adalah predikat pormal untuk tingkat kecerdasan komprehensif atau kesadaran,daya kritis,dan keterampilan merumuskan agenda dalam menyikapi dinamika individual dan social.

“Harapannya gelar harus berdialektika antara apa yang dipikirkan sebagai orang cerdas dan apa yang ditawarkan dalam mengurai dinamika individu dan social bukannya hadir dengan melahirkan masaalah baru bagi dirinya dan masyarakat,” Ungkapnya.
Sedangkan pernyataan Nadiem Makarim yang mengatakan kelulusan tidak menjamin kesiapan kerja. Hal itu juga wajar. Justru ini menjadi tantangan buat lembaga pendidikan, agar menyiapkan lulusan yang tidak gagap dengan dinamika individu dan social. Memang tidak semua lembaga pendidikan menyiapkan lulusan terampil kerja seperti pendidikan vokasi.
“Harus dibedakan antara siap memasuki dunia kerja dengan siap kerja. Siap memasuki dunia kerja maksudnya dengan ilmunya seorang lulusan paham bagaimana menyelesaikan masalah.

Kalau siap kerja adalah mereka yang terampil mengerjakan suatu jenis pekerjaan tertentu(tukang dan teknisi). Bukan menyamakan antara lulusan sebagai pemikir dan juru piker,” Terang Khirjan.
Khirjan juga menaggapi pernyataan menteri Nadiem yang mengatakan akreditasi tidak menjamin mutu juga benar dan wajar tidak ada masalah. Wajar saja akreditasi itu adalah indicator yang memastikan bahwa sebuah lembaga pendidikan akan bermutu bila memenuhi indicator tersebut. Maksudnya kepastian itu adalah indicator mutu yang direncanakan,dilakukan atau dipenuhi dan dikembangkan.

Menurut Dr.khirjan yang merupakan tamatan UNY pernyataan Mendikbud itu mengandung makna rencana berarti dilakukan sebelumnya, dilaksanakan artinya dilaksanakan saat ini dalam kurun waktu tertentu dan dikembangkan pada waktu yang akan datang.

“Akreditasi itu akan menjadi masalah kalau hanya sebatas dokumen ketika diveripikasi lalu ditetapkan statusnya,lalu disimpan. Ini yang dimaksud Pak nadiem sebagai tidak menjamin mutu, karena tidak diacu dalam pengembangan agenda lembaga pendidikan. Akreditasi itu adalah fase setelah verifikasi,bukan fase sebelum verifikasi.” Tutup Dr.Khirjan.(Bul)  

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA