Dr.H.Mugni : Obyek Wisata Sembalun Tanpa PAD, Dan Sembalun Di Gagas Jadi KPK

0
176
banner post atas

Sinar5news.com – Selong – Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat(NTB) Dr.H.Mugni,S.Pd, M.Pd mengatakan pihak nya merencanakan Destinasi wisata sembalun akan menjadi KPK(Kawasan Pariwisata Khusus) dengan tujuan agar semua obyek wisata didaaerah tersebut dapat memberikan PAD kepada Daaerah Lombok Timur.

“Dengan di jadikannya sembalun sebagai KPK maka akan dibangun berbagai pasilitas, sehingga tidak akan terjadi sampah yang berserakan, pasilitas toilet perlu diadakan, sekarang kan tidak ada pasilitas seperti itu,” Ungkap Mugni kepada wartawan diselong.
Belum adanya pasilitas-pasilitas pendukung pariwisata yang ada di Sembalun, disebabkan karena belum adanya sumber pendapatan yang di peroleh dari kegiatan pariwisata yang ada selama ini. Sehingga sumber dana untuk memelihara obyek uk wisata belum ada.
“Jadi destinasi wisata sembalun sampai saat ini belum memberikan PAD, jadi tidak ada manfaatnya bagi pemerintah daerah dan masyarakat sembalun, karena belum ada pemasukan dari kegiatan pariwisata tersebut,” Imbuhnya.

Iklan

Masyarakat sembalun saat ini hanya dapat menjual hasil pertanian seperti strobery dan lainnya, sementara tumpukan sampah akan cukup banyak setelah orang-orang datang untuk berwisata kedaerah tersebut.
Untuk itu dengan adanya KPK tersebut itu nanti, maka kita akan dapat menarik retribusi kepada para wisatawan yang akan berkunjung ke obyek-obyek wisata yang ada di daerah Sembalun.

“KPK ini memang masih dalam perencanaan, nanti kita mohon kepada Bapak Bupati untuk menerbitkan Perbup tentang KPK ini, atau kita usulkan untuk dibuatkan Perda, sebagai dasar hukum kita untuk menarik retribusi kepada para wisatawan yang berkunjung ke Sembalun,” Terangnya.
H. Mugni juga mengakui bahwa memang saat ini, penataan dan pemeliharaan obyek wisata yang ada disembalun belum dilakukan karena memang sumber dana untuk memelihara obyek wisata itu belum ada, disebabkan karena belum ada retribusi yang kita tarik dari para wisatawan.

“Untuk itu siapa saja nanti yang masuk kesembalun akan bayar retribusi, terkecuali masyarakat sembalun dan orang yang memiliki keperluan khusus kesembalun. Tapi kalau datang kesembalun untuk bersantai wajib dia bayar. Karena yang namanya wisatawan itu orang kaya atau orang beruang, jangan berwisata kalau anda orang miskin,” Tegas Kadispar Lotim Dr.H.Mugni.(Bul)