DONASI ALQURAN DAN IQRA DI LEMBAH BERKAH MAJELIS DAERAH KAHMI MEDAN BIDANG SENI BUDAYA DAN KEISLAMAN

DONASI ALQURAN DAN IQRA DI LEMBAH BERKAH MAJELIS DAERAH KAHMI MEDAN BIDANG SENI BUDAYA DAN KEISLAMAN

Sinar5news.com- Medan- Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Medan Bidang  Seni Budaya dan keislaman telah memberikan donasi Al Qur’an kepada masyarakat lembah Berkah Kecamatan Sunggal pada 1 Desember 2021 yang dihadiri oleh Dr. dr. Delyuzar, M. Ked ( PA) SP. PA selaku Ketua Umum Majelis Daerah KAHMI Kota Medan, bapak Camat Medan Sunggal dan Bapak Lurah dan wakil masyarakat yaitu Ibu Sri Astuti dengan penandatanganan Berita acara bersama Prof. Pujiati M.Soc.Sc sebagai Ketua bidang seni budaya dan keislaman dihadiri Verawaty Surbakti Koordinator Tahfiz Alquran dalam bidang tersebut bersama warga-warga lainnya.
 
Prof Pujaiti M.Soc.Sc Ph.D,  Ketua Bidang seni MD KAHMI Medan dalam sambutannya yang dihadiri warga leih kurang 30 orang mengatakan pentingnya menggalakkan dan pembinaan literasi tulis baca Al Qur’an dan literasi digital yang bermaslahat bagi generasi milineal.
 
“Tujuan kegiatan ini adalah memberi sumbangan kepada warga masyarakat lembah Berkah untuk menjadi pencinta membaca Al Qur’an dengan tartil tentunya melalui tahapan pembacaan iqra sebagai sakah satu metodenya sehingga mewujudkan masyarakat pencinta Al Qur’an yang cerdas dalam literasi membaca dan menulis alquran dengan tajwid dan tartil yang benar”.
 
“Iqra merupakan ayat pertama yang diturunkan, perintah bagi manusia untuk membaca, bacalah! Bacalah dengan nama Tuhanmu! Merupakan anjuran utama umat Islam untuk rajin dan cerdas literasi membaca khususnya Al Qur’an”. 
 
“Sebagai kitab suci umat Islam, Al Quran menjadi pedoman hidup untuk seluruh umat Islam di dunia agar kelak bisa memperoleh pertolongan di hari kiamat. Ada beberapa jenis cara membaca Al Quran yang bisa dilakukan oleh umat Islam termasuk salah satunya adalah membaca Al Quran dengan tartil”.
 
“Sebetulnya hukum membaca Al Quran dengan tartil adalah wajib. Oleh karena itu dalam membaca dan mempelajari Al Quran sebaiknya dilakukan secara sungguh-sungguh dan tak boleh asal dan sembarangan. Dalam Al Quran juga telah dijelaskan dengan jelas membaca Al Quran dengan tartil yang terdapat dalam salah satu surat yang ada di dalam Al Quran”.
 
“Selain dapat membuat bacaan Al Quran semakin indah dan sesuai dengan tajwid, membaca Al Quran secara tartil akan memberikan manfaat serta keutamaan bagi para pembacanya. Dalam membaca Al Quran secara tartil sebaiknya sesuai dengan ilmu-ilmu dalam bacaan tartil”.
 
” Tartil adalah tidak tergesa-gesa atau perlahan, dalam membaca secara tartil maka seseorang akan memperhatikan setiap potongan ayat, kesempurnaan makna hingga permulaan. Orang yang membaca secara tartil berarti ia tak hanya membaca namun sambil berpikir yang ia baca tersebut”.
 
“Membaca Al Quran dengan tartil sudah ada sejak zaman Rasullulah SAW. Dimana pada zaman tersebut Ali Bin Abi Thalib memberikan penjelasan mengenai tartil.Menurut Ali Bin Abi Thalib tartil memiliki makna dengan membaca setiap huruf disertai dengan tajwid dan mengerti tempat untuk berhenti dalam membaca Al Quran”.
 
“Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa saat membaca Al Quran Anda harus mengerti kapan harus menyambungkan bacaan dan kapan harus berhenti saat membaca. Selain itu Abu Ishaq juga menjelaskan mengenai makna tartil adalah membaca Al Quran dengan jelas dalam setiap hurufnya”.
 
“Berdasarkan makna tartil tersebut jelas bahwa tartil merupakan teknik membaca Al Quran dengan jelas sehingga bagi Anda yang ingin belajar membaca secara tartil maka nantinya Anda bisa belajar membaca Al Quran sesuai dengan tajwid”.
 
“Dengan membaca Al Quran secara tartil maka seseorang yang membacanya akan bisa memahami Firman Allah SWT yang ada di dalam setiap ayat yang dibaca.Selain itu, dengan membaca Al Quran dengan tartil maka seorang muslim akan sangat terbantu dalam belajar membaca Al Quran terutama bagi para pemula”.
 
“Bagi yang membaca Al Quran secara tartil maka akan memudahkannya mengetahui kesalahan-kesalahan sata membaca sehingga muslin lain yang menyimak bacaan tersebut akan membantu untuk membenarkan bacaan yang salah tersebut”.
 
“Baik yang membaca maupun yang mencermati atau menyimpak bacaan tartil maka orang tersebut ibarat sedang bersadaqah satu permata.Membaca secara tartil juga akan mewujudkan tujuan dari membaca Al Quran secara sempurna dan dapat mengambil manfaatnya”.
 
“Kegiatan donasi Iqro dan Al Qur’an terlaksana atas partisipasi para donatur antara lain  Rumah Qur’an Mas’ud Silalahi, Prof. Dr. Ritha F. Dalimunthe, SE, MSi, Prof. Pujiati, Hamdan Sukrawi, Verawaty Surbakti, Henny Pratiwi,  Edi Brata, Bang Tauhid. Kegiatan donasi Iqro dan Al Qur’an merupakan program 1.000 Donasi Al Qur’an dan Iqro dari MD KAHMI MEDAN Bidang Seni Budaya dan Keislaman untuk Masyarakat Medan”. Demikian ketua seni budaya paparkan.
 
(Oleh : Prof. Pujiati M.Soc.Sc Ph.D dan Verawaty Surbakti, S.HI)
BACA JUGA  Di Hari Kemerdekaan RI, Pimpus Muslimat NWDI Kenang Hamzanwadi Lewat Podcast

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA

BACA JUGA  H. Irzani Kupas Tuntas Pertemuan 2 Cucu Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid