Bupati Lotim Turun Tangan Langsung Guna Meminimalisir Konflik Antar Warga

Bupati Lotim Turun Tangan Langsung Guna Meminimalisir Konflik Antar Warga

Sinar5News.com – Lombok Timur – Dalam mencegah konflik antar warga di lahan sumber mata air Timba Jaya, Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmy turun tangan langsung ke lokasi yang berada di Dusun Aik Lisung, Desa Karang Baru, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur (16/11).

Sumber mata air timba jaya yang berlokasi di Lisung merupakan satu-satunya mata air yabg dimanfaatkan warga sekitar untuk kehidupan sehari hari.

Namun setelah diketahui, pihak pemilik lahan, Haji Muksan telah menutup sumber mata air timba jaya tersebut. Sontak penutupan sumber mata air tersebut mengundang protes warga sekitar yang kehilangan sumber mata air utamanya.

Dari konflik itulah, Bupati Lotim berinisiatif untuk mendatangi lokasi sumber mata air timba jaya guna meminimalisir konflik antar warga pemilik lahan dengan warga sekitar.

Sukiman mengatakan Pemerintah Daerah Lotim akan membeli lahan lokasi sumber maya air timba jaya. Dengan luas lahan sekitar 2 are. “Pemda akan membeli lahan sumber mata air ini, sekitar 2 are” ucap Sukiman.

Lanjutnya Sukiman mengatakan, bangunan yang sudah ada akan dibiarkan. Tetapi lokasi sumber mata air akan dibongkar nantinya.

Terkait harga bangunan dan lahan, Sukiman menjelaskan, bangunan dan lahan akan ditaksir sesuai dengan analisa yang dilakukan olej Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lombok Timur.

“Nanti bangunannya akan dinilai oleh PUPR, dan taksirannya tidak menggunakan Apprasial karena sudab diketahui harganya” jelasnya.

Hal demikian dilakukan untuk mempercepat penanganan air karena akan digunakan untuk mengairi sawah masyarakat sekitar, Bupati Sukiman menyebutkan yang terpenting, Pemda melakukan pembebasan lahan merujuk pada kemaslahatan masyrakat.

BACA JUGA  Babinsa Ingatkan Pengelola Kafe Agar Tertibkan Pengunjung

Kedepan, Bupati mengharapkan tak ada lagi konflik antar warga lagi di sekitar Desa Karang Baru. Sebab, bangunan yang telah berada sumber mata air akan tetap menjadi milik Desa.

BACA JUGA  POPDA Ke-13 Lombok Timur, Di Ikuti 687 Atlit.

“Kita harapkan tidak ada konflik lagi, bangunan yang sudah ada akan tetap manjadi milik Desa” tegas Bupati.

Sementara, Dilansir dari Selaparangnews.com, pemilik lahan Haji Muksan mengatakan setuju dengan kesepakatan tersebut. Hal itu dikarenakan untuk kemaslahatan bersama kedepannya.

“Ini demi kepentikan umat, tidak ada masalah bagi saya kalau komunikasinya baik. Karena kemarin tidaj ada yang seperti ini” ungkap Muksan. (Red)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA