Memahami lebih dekat arti puasa yang sesungguhnya
Untuk memudahkan dalam memahami makna puasa, ada baiknya terlebih dahulu kita mengetahui apa arti puasa baik itu secara bahasa (lugowi) ataupun secara istilah (isthilahy).
Adapun Puasa dalam bahasa Arab disebut dengan Shiyaam (صيام) atau Shaum (صوم). Secara bahasa, Shiyam artinya adalah al imsaak (الإمساك) yaitu menahan diri. Lebih lengkap arti puasa adalah sebagai berikut ;
وَهُوَ وَالصَّوَمُ مَصْدَرَانِ مَعْنَا هُمَا لُغَةً أَلْاِمْسَاكُ وَشَرْعًا إِمْسَاكُ عَنْ مُفْطِرٍ بِنِيَّةٍ مَخْصُوْصَةٍ جَمِيْعَ نَهَارٍ قَابِلٍ لِلصَّوْمِ مِنْ مُسْلِمٍ عَاقِلٍ طَاهِرٍ مِنْ حَيْضٍ وَنِفَاسٍ
Shiyam dan shaum kedua-duanya adalah masdar (isim manshub yang dalam tasrifan fi’il jatuh pada urutan ketiga : صام، يصوم، صوما). Makna Shiyam dan Shaum menurut bahasa adalah Imsak (menahan). Dan menurut istilah Syara’ yaitu menahan dari segala sesuatu yang membatalkan puasa, disertai dengan niat yang telah ditentukan dari semua siang yang boleh untuk puasa, dari orang muslim, orang yang mempunyai akal, orang yang suci dari Haid dan nifas.
Dari definisi diatas dapat ditarik sebuah pemahaman tentang puasa, bahwa dalam berpuasa ada proses menahan diri, serta ada beberapa ketentuan dan syarat yang harus diikuti.
Diantara beberapa perkara yang harus ditahan untuk dilakukan ketika sedang menjalankan puasa adalah makan, minum, tidak berhubungan badan. Dan ditingkatan puasa lepel yang lebih tinggi, seseorang tidak hanya menahan seperti yang telah tersebut di atas, lebih dari itu mereka berusaha menahan pandangan, pikiran, perkataan, perbuatan dan tingkah laku yang menjulur kepada perbuatan dosa. Di tingkat puasa yang lebih tinggi lagi seorang yang berpuasa berusaha menahan diri dari mengingat selain Allah SWT. Jelas puasa pada tingkatan ini agak lebih berat dari model puasa yang telah disebutkan sebelumnya. Selengkapnya baca disini 👇
BULETIN JUM’AT HAMZANWADI EDISI 78
Pemuda NWDI





