Tanya jawab seputar Ramadhan bagian 1

banner post atas

Soal : apa yang dimaksud dengan puasa ?
Jawab : Puasa dalam bahasa Arab disebut dengan Shiyaam (صيام) atau Shaum (صوم). Secara bahasa, Shiyam artinya adalah al imsaak (الإمساك) yaitu menahan diri. Lebih lengkap arti puasa adalah sebagai berikut ;

وَهُوَ وَالصَّوَمُ مَصْدَرَانِ مَعْنَا هُمَا لُغَةً أَلْاِمْسَاكُ وَشَرْعًا إِمْسَاكُ عَنْ مُفْطِرٍ بِنِيَّةٍ مَخْصُوْصَةٍ جَمِيْعَ نَهَارٍ قَابِلٍ لِلصَّوْمِ مِنْ مُسْلِمٍ عَاقِلٍ طَاهِرٍ مِنْ حَيْضٍ وَنِفَاسٍ

Shiyam dan shaum kedua-duanya adalah masdar (isim manshub yang dalam tasrifan fi’il jatuh pada urutan ketiga : صام، يصوم، صوما).
Makna Shiyam dan Shaum menurut bahasa adalah Imsak (menahan). Dan menurut istilah Syara’ yaitu menahan dari segala sesuatu yang membatalkan puasa, disertai dengan niat yang telah ditentukan dari semua siang yang boleh untuk puasa, dari orang muslim, orang yang mempunyai akal, orang yang suci dari Haid dan nifas.

Iklan

Soal : Apakah hukum berpuasa ?
Jawab : Puasa Ramadhan hukumnya wajib berdasarkan firman Allah Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah [2]: 183).

Hadits Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam tentang puasa bagian dari rukun Islam:

بُني الإِسلام على خمس: شهادة أن لا إِله إِلا الله وأنّ محمّداً رسول الله، وإقام الصلاة، وإِيتاء الزكاة، والحجّ، وصوم رمضان

“Islam dibangun di atas lima rukun: syahadat laa ilaaha illallah muhammadur rasulullah, menegakkan shalat, membayar zakat, haji dan puasa Ramadhan” (HR. Bukhari – Muslim).

Soal : Kapan puasa Ramadhan diwajibkan ?
Jawab : Puasa Ramadhan diwajibkan pada tahun kedua Hijriah. Barang siapa yang mengingkari kewajiban berpuasa Ramadan, maka telah melakukan tindakan yang mengeluarkannya dari agama Islam.

BACA JUGA  Buletin Jum'at HAMZANWADI Edisi 17

Soal : Apakah syarat yang menyebabkan wajib untuk berpuasa.
Jawab : Wajib berpuasa bagi orang yang sudah ada padanya empat syarat berikut :
اْلإِسْلَامُ : Islam
الْبُلُوْغُ : sudah baligh
العَقْلُ : berakal
القُدْرَةُ عَلَى الصَّوْمِ : mampu melaksanakan puasa

Artinya, orang yang tidak beragama Islam tidak wajib berpuasa. Kalaupun dia ikut melaksanakan puasa, maka puasanya tidak sah. Anak kecil yang belum baligh tidak diwajibkan berpuasa, dia dibolehkan memilih antara berpuasa atau tidak. Orang yang gila tidak diwajibkan berpuasa, karena tidak berakal, tapi setelah dia sadar atau pulih akalnya kembali sehat, maka wajib baginya untuk berpuasa. Orang yang tidak mampu melaksanakan puasa Ramadhan, boleh baginya untuk tidak berpuasa. Akan tetapi wajib baginya mengkadha (mengganti) puasanya setelah mampu mela ksanakan puasa.

Soal : Berapakah rukun puasa ?
Jawab : Rukun puasa ada dua yaitu ;
1. Niat puasa Ramadhan.
Adapun lafadz niat puasa Ramadan adalah
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
” Saya niat puasa besok menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini karena Allah”

Boleh juga tidak membaca lafadz niat puasa dengan bahasa Arab seperti diatas. Mencukupi niat puasa dalam bahasa Indonesia atau bahasa lain yang bisa difahami. Yang paling penting dalam niat puasa adalah adanya didalam hati keinginan melakukan puasa Ramadhan esok harinya karena Allah.

2. Menahan diri dari hal – hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Fath