Buletin Jum’at Hamzanwadi Edisi 257

Buletin Jum’at Hamzanwadi Edisi 257

Bahaya tidur setelah shalat subuh 

    Tidur setelah shalat Subuh merupakan kebiasaan yang sering dilakukan oleh sebagian orang, terutama ketika rasa kantuk masih menyelimuti tubuh usai bangun pagi. Sekilas, hal ini tampak biasa dan tidak berbahaya.

Namun, jika ditinjau dari sisi agama, kesehatan, dan psikologi, tidur setelah Subuh menyimpan berbagai dampak buruk yang patut diwaspadai. Islam mengajarkan umatnya untuk memanfaatkan waktu pagi dengan sebaik-baiknya, bukan untuk tidur, karena waktu tersebut merupakan saat yang penuh keberkahan. Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

            اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا

“Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu paginya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

    Hadits ini menegaskan bahwa waktu pagi adalah waktu yang penuh dengan keberkahan. Dengan tidur setelah Subuh, seseorang justru menutup pintu keberkahan yang telah dibuka oleh Allah di waktu tersebut. Rasulullah sendiri tidak pernah tidur setelah Subuh, melainkan mengisi waktu itu dengan dzikir, membaca Al-Qur’an, atau berdialog dengan para sahabat.

    Salah satu bahaya terbesar dari tidur setelah Subuh adalah hilangnya semangat dan produktivitas. Pagi adalah waktu terbaik untuk memulai aktivitas, berpikir jernih, dan merencanakan berbagai hal penting. Tidur di waktu tersebut membuat seseorang kehilangan energi spiritual dan mental yang seharusnya digunakan untuk menjemput rezeki. Akibatnya, seseorang menjadi malas, sulit fokus, dan cenderung menunda-nunda pekerjaan.

    Dari sisi kesehatan, tidur setelah Subuh juga memiliki dampak yang tidak baik bagi tubuh. Secara ilmiah, tubuh manusia dirancang untuk aktif di pagi hari karena adanya paparan sinar matahari yang merangsang produksi hormon serotonin — hormon yang menimbulkan perasaan bahagia dan meningkatkan energi. Jika seseorang tidur setelah Subuh, tubuh tidak mendapatkan manfaat dari sinar matahari pagi, sehingga produksi hormon tersebut terganggu. Akibatnya, seseorang bisa merasa lesu, tidak bersemangat, bahkan mudah stres. Selengkapnya baca di BULETIN JUM’AT HAMZANWADI EDISI 257

   

Donasi ke Panti Asuhan Nahdlatul Wathan Jakarta melalui rekening resminya di – 32500 1002 159536 Bank BRI- atas nama PA.AS NAHDLATUL CQ SUHADI 

 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA