Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel buletin Jum’at Edisi 234
Kesabaran di Puncak Keterpurukan
Pada titik terendah dalam hidup, ketika manusia merasa tidak mampu lagi berbuat apa-apa—di situlah nilai sejati dari kesabaran diuji. Saat hati penuh luka, pikiran terasa buntu, dan jalan keluar belum juga tampak, kesabaran hadir sebagai benteng terakhir bagi jiwa yang hampir runtuh. Kesabaran bukan sekadar menahan diri dari keluhan, tetapi juga menjaga harapan tetap menyala, meski dalam kegelapan yang paling pekat.
Dalam kondisi seperti ini, seorang mukmin sejati menyadari bahwa hidup ini bukan sepenuhnya dalam kendalinya. Ia merendahkan hati, mengakui kelemahan dirinya, dan menggantungkan harapannya sepenuhnya hanya kepada Allah. Ketika segala usaha telah dilakukan dan belum membuahkan hasil, ia tidak putus asa, tetapi justru semakin memperkuat ikhtiarnya dengan doa dan tawakal. Selengkapnya baca disini 👇
Buletin Jum’at HAMZANWADI Edisi 235
Berlanjut ke edisi 236….
Donasi ke Panti Asuhan Nahdlatul Wathan Jakarta melalui rekening resminya di – 32500 1002 159536 Bank BRI- atas nama PA.AS NAHDLATUL CQ SUHAIDI




