Berbagai Sikap Dalam Mengamalkan Al-Qur’an (Jum’at ke 17 Masjid HAMZANWADI)

banner post atas

Al-Qur’an adalah Kalam Allah yang sangat mulia, karena nya, apabila sesuatu bertautan dengan Al-Qur’an, maka sesuatu tersebut akan menjadi mulia. Misalnya bulan Ramadhan, karena Al-Qur’an diturunkan padanya, maka bulan Ramadhan menjadi mulia. Malam Lailatul Qadar menjadi mulia, karena didalamnya diturunkan Al-Qur’an. Begitu juga orang yang mengajarkan Al-Qur’an menjadi mulia, karena bertautan dengan Al-Qur’an. Intinya, apa saja yang bertautan dengan Al-Qur’an akan menjadi mulia.

Kendatipun Kalam Allah SWT adalah sesuatu yang sangat mulia, namun tidak semua orang dengan tulus ikhlas menerima dan mengamalkan nya. Paling tidak ada tiga
Sikap golongan orang yang mengamalkan Al-Qur’an.

Allah SWT menyebutkan dalam Alquran tentang pembagian umat Islam ke dalam tiga golongan dalam menyikapi Alquran (QS. Faathir: 32).

Iklan

ثُمَّ أَوْرَثْنَا ٱلْكِتَٰبَ ٱلَّذِينَ ٱصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا ۖ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهِۦ وَمِنْهُم مُّقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌۢ بِٱلْخَيْرَٰتِ بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَضْلُ ٱلْكَبِيرُ

Terjemah Arti: Kemudian
Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.

Golongan pertama, zhalimu linafsih (menganiaya diri sendiri) yaitu orang yang lalai dalam menjalankan kewajibannya atau lebih cenderung kepada melakukan perbuatan yang diharamkan.

Golongan kedua, saabiqun bil-khairi (cepat berbuat kebajikan) yaitu orang yang hanya memperhatikan dan menjalankan berbagai kewajibannya dan menjauhi apa yang diharamkan, dan mereka termasuk penghuni surga.

Golongan Ketiga, muqtashid (pertengahan) yaitu orang yang agresif, bersegera dalam urusan agama; golongan ini adalah golongan yang terbaik dari ketiga golongan yang telah tersebut.

Harapannya, mudah-mudahan Allah SWT menjadikan kita sebagai bagian dari hambanya yang bersegera dalam menjalankan segala perintahnya, dan diringankan dalam menjalankannya.

Tulisan ini diambil dari intisari khutbah Jum’at yang disampaikan pada tanggal 13 November 2020, Jum’at yang ke 17 di Masjid HAMZANWADI oleh Ust. Zul Maki, S.Pdi.

Fath.

BACA JUGA  KHUTBAH JUMAT EDISI, 27 Maret 2020 BAHAYA BERDUSTA