Sinar5News.com – Jakarta – Seorang balita berjenis kelamin laki laki yang berusia 9 bulan asal Kabupaten Tegal dinyatakan Positif terpapar Virus Corona.
Tim medis menduga bahwa balita tersebut terpapar dari ayah dan pamannya yang berstatus OTG karena keduanya baru saja pulang merantau dari Tangerang dan Bekasi.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 PemKab Tegal Dr. Joko Wantoro menegaskan, balita berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) ini
masuk RSUD Soeselo Slawi Kabupaten Tegal pada Senin, 6 April 2020 lalu.
Pasien berasal dari Desa Kertahaja, Kecamatan Pager, Kabupaten Tegal.
Saat itu balita mengalami gejala klinis seperti demam, batuk,pilek dan diare. Karena kondisinya sempat membaik,pasien akhirnya dipulangkan pada Senin, 13 April 2020.
“Namun sebelum pulang,meski statusnya adalah ODP, tetap diambil swab-nya dulu. Pada Sabtu 18 April malam, hasil swab keluar dan terindikasi positif. Akhirnya Balita ini kita jemput lagi dari rumahnya,” kata Joko,di Pendapa Kabupaten Tegal, Minggu (19/4/2020)
Joko menduga, penularan virus ini terjadi lewat transmisi dari orang terdekat.
Hasil tracing tim medis Dinas Kesehatan mengungkap ada dua orang kontak eratnya dalam satu rumah yang baru datang dari Bekasi dan Tangerang.
“Yaitu ayah balita dan pamannya. Keduanya ditetapkan sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) dan diisolasi secara mandiri di rumahnya. Dengan menerapkan physical distancing, mengenakan masker dan protokol kesehatan lainnya,” ungkap Joko.
Isolasi mandiri tidak hanya dianjurkan untuk ayah dan paman balita. Namun juga untuk seluruh anggota keluarga lain yang tinggal serumah. Sambil menunggu hasil rapid test.
“Jika rapid test reaktif, maka akan kita lanjutkan dengan tes swab untuk membuktikan transmisi lokal ini benar-benar sudah terjadi” kata Joko.
Sementara itu, hingga Minggu 19 April 2020 Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal mencatat total ada sembilan kasus positif Covid-19, satu di antaranya meninggal dunia, dan satu lainnya dinyatakan sembuh.
(SDK)



