ARAHAN DAN PEMBINAAN DARI PROF. DR. H. AGUSTITIN SETYOBUDI, MM, P.HD DI KANTOR YAYASAN PENDIDIKAN ACPRILESMA

banner post atas

Pagi ini, 7 Oktober 2019 tepat pukul 10.00 WIB, penulis beserta para pimpinan dan guru agama TK, SD, SMP dan SMK Laboratorium Jakarta mendapat arahan dan pembinaan yang sangat berharga dari seorang guru besar, tokoh umat, pendekar di bidang pendidikan dan ahli di bidang ekonomi dan koperasi di Indonesia. Beliau adalah Prof. Dr. H. Agustitin Setyobudi, MM, Ph.D. Beliau saat ini disamping menjabat sebagai ketua Yayasan Pendidikan Acprilesma, juga sebagai ketua umum Induk Koperasi Pegawai Republik Indonesia (IKPRI), Ketua Umum Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) dan juga sebagai dewan pembina organisasi Nahdlatul Wathan (NW) wilayah DKI Jakarta.

Ditengah-tengah kesibukan beliau bertugas dan mengabdi untuk Republik Indonesia tercinta ini, ternyata beliau selalu dapat meluangkan waktu membina dan mengarahkan arah perjuangan kami menuju kejayaan masa depan yang bahagia secara hakiki. Bahwa hidup ini bukan untuk bersantai-santai, bersenang-senang dan melupakan hakekat diciptakannya diri kita sebagai manusia.

Iklan

Adalah benar bahwa hidup ini penuh dengan masalah, tantangan dan kesulitan tiada henti. Maka sebagai seorang manusia yang diberikan akal dan iman oleh Allah, mestilah digunakan sebaik-baiknya untuk menghadapi segala macam keadaan yang ada. Sehingga kita dapat keluar mengatasi semua itu dan memetik pembelajaran yang sangat berarti untuk menjadikan pribadi kita lebih arif, dewasa dan dapat berbuat yang terbaik dalam hidup ini.

Penulis bersama Prof. Dr. H. Agustitin Setyobudi, MM, Ph.D, Ust. H. Muslihan Habib, MA, Ust. Hamzani, SQ (Alm) dan Ust. Drs. Badri HS, QH, M.Pd

Untuk menyempurnakan hasil arahan dan pembinaan dari guru besar kita Prof. Dr. H. Agustitin Setyobudi, MM, Ph.D, beliau membacakan buah karya dari tangannya yang lembut yaitu prosa yang sangat indah, menyentuh hati sanubari dan dalam sekali maknanya. Tentu semua ini akan dirasakan bagi orang-orang yang mau berpikir dengan hati yang jernih dan akal yang cerdas.

BACA JUGA  Pemuda Ibu Kota Hidup Dua Setengah Tahun di Pesisir Halmahera

Inilah prosa yang beliau bacakan untuk kami, penuh inspirasi didalamnya ;

Sebuah PERAHU dibuat untuk BERLAYAR dilautan bukan hanya DIAM di dermaga.
Demikian juga manusia untuk mengarungi KEHIDUPAN, bukan berdiam dan menunggu sampai HIDUP ini berakhir.

Di dalam mengarungi KEHIDUPAN akan banyak OMBAK dan mungkin BADAI, tetapi itulah SENI dan TAQDIR dari kehidupan. Teruslah kembangkan LAYAR dan nikmati perjalanan hingga sampai ke TUJUAN.

Jangan takut JATUH dan SALAH, setiap kesalahan yang pernah dilakukan adalah bagian dari PROSES pembentukan kepribadian. Jangan menyesali suatu kesalahan, tetapi sesalilah jika semua itu tidak berdampak adanya PERUBAHAN yang BAIK.

MENDUNG bukan untuk membuat kegelapan, tetapi untuk memberi KABAR gembira akan sejuknya air hujan yang akan TURUN. LUKA bukan hanya semata untuk membuat kita TERSIKSA, tetapi agar kita tersadar bahwa kita hanyalah MANUSIA BIASA.

Tidak ada KESUKSESAN yang instan, semua perlu KERJA KERAS, perlu KONSENTRASI dan perlu IMAN dan TAQWA

Disetiap KEGAGALAN itulah awal dari KESUKSESAN. Indahnya kehidupan, bukan terletak dari banyaknya kesenangan, tetapi berapa besar rasa SYUKUR kita pada apa yang telah kita DAPATI DARI ILLAHI ROBBY.

Semoga untaian prosa ini, mampu mecerahkan ruhani kita, mencerdaskan akal kita dan menemukan cahaya kebaikan didalamnya. Aamiin (Mar)

Jakarta, 9 Rabiul Awwal 1441 H/7 November 2019 M