Sinar5news.com – Lotim – Camat Suralaga,Kabupaten Lombok Timur,Nusa Tenggara Barat(NTB) Ir.Agus Masrihadi melakukan tindakan memberikan rasa adil pada masyarakat,terutama persoalan kenapa Masjid ditutup sedangkan Pasar tetap dibuka. Hal itu disampaikan Agus Masrihadi kepada wartawan diruang kerjanya. Rabu(08/04/2020).
Untuk memberikan rasa adil bagi masyarakat pihaknya sudah melakukan musyawarah Desa dengan menghasilkan bahwa Pasarpun harus ditutup tidak hanya sekedar menutup Masjid.
“Jadi demi rasa keadilan kami sudah bersepakat dengan tokoh agama dan tokoh masayarakat, bahwa pasar Anjani itu akan ditutup pada hari,Jumat,Sabtu dan Minggu yakni tiga hari dalam seminggu,minggu depan juga begitu jumat,sabtu dan minggu pasar Anjani ditutup,” Ungkap Masrihadi.
Ia juga menambahkan sikap itu diambil karena selama ini pemerintah sering disalahkan karena Masjid dutup tapi pasar tetap dibuka,sehingga kita sering dibuly di medsos.
“Jadi untuk menjawab semuanya itu kami mengumpulkan tokoh agama,tokoh masyarakat dari masing-masing desa dan kami bermusyawarah serta menghasilkan kesepakatan bahwa tidak hanya Masjid yang ditutup, tapi pasarpun kami tutup demi rasa keadilan,” Terangnya.
Sebagai pimpinan diwilayah Kecamatan Suralaga maka sebatas daerah inilah tempat kami mampu untuk melaksanakan perintah Bupati untuk menutup Masjid dengan pertimbangan kesehatan dan keselamatan jiwa kita.
“Karena masyarakt banyak yang mempertanyakan kebijakan Bupati yang hanya menutup Masjid sedangkan pasar tidak. Maka saya selaku Camat diwilayah Kecamatan Suralaga menjawab kemauan masyarakat tersebut dengan kebijakan bersama toga dan toma untuk menutup pasar yang ada diwilayah kami,” Tegasnya.
Sedangkan yang menyankut Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Agus Masrihadi mengatakan pihaknya (Forkopimcam),secara terus menerus melakukan pemantauan dan pencegahan Covid-19 dengan sinergi yang baik antara,pihak kecamatan,Puskesmas,Babinkamtib dan Polmas.
“Jadi dalam mengantisipasi penyebaran virus corona ini,kami bersinergi dengan baik antar Forkopimcam,sehingga kalau ada masyarakat kami yang dating dari luar negeri maupun luar daerah cepat terpantau,karena pemahaman bahaya Covid-19 ini sudah mereka tahu. Sehingga begitu ada keluarganya yang akan pulang mereka sudah lapor duluan kepada kami,” terangnya.
Bahkan menurut Camat Suralaga pihaknya sudah mengantisipasi jika akan terjadi isolasi terhadap masyarakat dalam jumlah banyak,maka Agus Masrihadi sudah menyiapkan beberapa rumah untuk dibuat sebagai tempat karantina diwilayahnya.
“Kami disini sudah mengantisipasi hal terburuk tapi mudah-mudahan jangan sampai terjadi, dimana disini sudah ada dua rumah kosong yang bisa dipakai sebagai tempat Karantina,dalam arti tidak perlu jauh-jauh ke rusunawa di kayangan. Kami sudah antisipasi hal tersebut,” Imbuhnya.
Hal yang senada juga disampaikan oleh dr.Hj.Basrah di Puskesmas Kerongkong,bahwa sinergitas antara semua Tim Gugus Tugas Kecamatan Suralaga berjalan dengan sangat baik.
“Tim Gugus Tugas Covid 19 ini, bersinergi dan bekerja tanpa kenal waktu, siang atau malam, karena kami dari tim puskesmas akan mendatangi masyarakat yang baru datang dari luar negeri atau luar daerah,baik siang atau malam. Kalau kami takut tinggal kami Kontak Babinsa dan Polmas lalu kami dikawal kelokasi,jadi kami aman dalam menjalankan tugas,”Ungkap dr.Hj.Basrah.
Namun menurut data di Puskesmas Kerongkong masih pada posisi OTG(Orang Tanpa Gejala) dan ODP(Orang Dalam Pantauan) belum ada yang PDP(Pasien Dalam Peawatan), dan pihak puskesmas mengaku sudah siap untuk mengantisipasi jika terjadi ada masyarakat yang masuk dalam PDP.
“Kita sudah siap dengan APD(Alat Perlindungan Diri) seperti pakain yang standar kita pakai kalau kemungkinan ada masyarakat yang PDP,tapi mudah-mudahan wabah ini segera berakhir,” Pungkasnya.(Bul)


