Prof. Dr. Syaikh ‘Ala Musthafa Naimah Al-Azhari Asy-Syafi’i Guncang Jiwa Ratusan Ribu Jamaah Hultah NWDI ke-91 di Pancor
PANCOR, sinar5news.com — Peringatan Hari Ulang Tahun (Hultah) Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) ke-91 yang dirangkaikan dengan Haul al-Maghfurlah Maulana Syekh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid ke-29 berlangsung sangat khidmat, megah, dan diselimuti keharuan mendalam di Pancor, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Lautan manusia yang terdiri dari ratusan ribu jamaah, para alumni, santri, serta jajaran ulama dan habaib baik dari dalam negeri maupun mancanegara, memadati arena utama dengan penuh khidmat. Di tengah hangatnya ukhuwah Islamiyah tersebut, sebuah momen spiritual yang paling menggetarkan jiwa terpancar saat mau’izhah hasanah disampaikan oleh ulama besar sekaligus Guru Besar dari Universitas Al-Azhar Iskandariyah (Alexandria), Mesir, Prof. Dr. Syaikh ‘Ala Musthafa Naimah Al-Azhari Asy-Syafi’i.
Penyampaian ceramah yang diterjemahkan secara lugas, cermat, dan puitis oleh Dr. TGH. Abdul Aziz Sukarnawadi, M.A., berhasil memukau seluruh hadirin. Prof. Dr. Syaikh ‘Ala Musthafa Naimah Al-Azhari Asy-Syafi’i mengupas secara komprehensif dan mendalam mengenai keagungan, kejeniusan, serta kesucian karakter Pahlawan Nasional pendiri NWDI, Maulana Syekh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.
Empat Pilar Manhaj Kehebatan Maulana Syekh
Dalam uraian ilmiah dan spiritualnya, Prof. Dr. Syaikh ‘Ala Musthafa Naimah Al-Azhari Asy-Syafi’i merangkum manhaj besar perjuangan, warisan intelektual, dan keteladanan Maulana Syekh ke dalam empat pilar utama:
-
Kedalaman dan Keluasan Ilmu (Al-Ilm)
Prof. Dr. Syaikh ‘Ala Musthafa Naimah Al-Azhari Asy-Syafi’i mengungkapkan kekagumannya yang luar biasa terhadap kapasitas keilmuan Maulana Syekh. Beliau dinilai sebagai sosok pemikir ulung yang sanggup memadukan secara harmonis antara khazanah keilmuan klasik para ulama salaf (al-ashalah) dengan wawasan ilmu pengetahuan modern kontemporer (al-mu’asharah). Kehebatan ini mewujud dalam kemampuan beliau membangun pergerakan berbasis ilmu yang terorganisir dan melembaga melalui jaringan pendidikan dan masjid (al-amal al-jama’i al-mu’assasi).
-
Dakwah Pembaharuan dan Berwawasan Global (Ad-Da’wah)
Visi dakwah yang diusung oleh Maulana Syekh tidak pernah sempit atau terbatas pada lingkup geografis lokal semata. Beliau membawa misi dakwah yang berwawasan internasional (alamiyah), sarat akan optimisme positif, dan senantiasa melakukan pembaharuan (tajdid) tanpa menggoyahkan prinsip-prinsip dasar syariat Islam.
-
Tasawuf dan Pembersihan Jiwa (At-Tasawuf wa Tazkiyatun Nafs)
Prof. Dr. Syaikh ‘Ala Musthafa Naimah Al-Azhari Asy-Syafi’i menguraikan bahwa kedalaman tasawuf Maulana Syekh tecermin nyata dalam kehidupan sehari-hari melalui keterikatan batin (mulazamah) yang kuat kepada para guru dan mursyidnya, keistiqamahan dalam mengamalkan wirid serta Hizib, hingga keluhuran akhlak dan kesabaran tanpa batas terhadap orang-orang yang pernah melukai atau memusuhinya.
-
Pengabdian Sepenuh Jiwa Bagi Bangsa dan Negara (Khidmatul Wathan)
Kiprah pengabdian dan rasa cinta tanah air yang ditunjukkan Maulana Syekh sudah sangat teruji oleh sejarah. Perjuangan beliau dalam membina mental, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat menjadi bukti nyata kebangsaan yang utuh, yang kemudian dikukuhkan secara resmi oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui penganugerahan gelar Pahlawan Nasional.
Pesan Khusus dan Pengijazahan Doa Bersanad
Sebelum mengakhiri ceramahnya, Prof. Dr. Syaikh ‘Ala Musthafa Naimah Al-Azhari Asy-Syafi’i menyampaikan beberapa pesan krusial yang ditujukan kepada seluruh warga Nahdliyin dan jamaah NWDI:
-
Keistiqamahan Membaca Hizib NWDI: Beliau menegaskan bahwa terdapat pancaran keberkahan dan perlindungan yang sangat besar di dalam setiap bait Hizib NWDI.
-
Berkhidmat Sepenuh Hati: Mengabdi dan berjuang di barisan NWDI merupakan wujud khidmah nyata dalam membela agama Allah SWT serta mengagungkan ajaran Rasulullah SAW.
-
Meneladani Sikap Takzim Kepada Guru: Jamaah diimbau untuk senantiasa teguh berdiri di belakang bimbingan para penerus dan pimpinan perjuangan, khususnya Ketua Umum PBNWDI, Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi, M.A.
Sebagai puncak keharuan dari ceramah tersebut, Prof. Dr. Syaikh ‘Ala Musthafa Naimah Al-Azhari Asy-Syafi’i memberikan ijazah amalan wirid bersanad yang diperoleh dari gurunya, Syekh Abdus Salam Syita. Amalan berupa bacaan shalawat khusus ini dimaksudkan agar setiap mukmin dianugerahi kemudahan untuk bermimpi dan bertatap muka dengan Rasulullah SAW. Pekikan gema “Qabilna al-ijazah” (Kami terima ijazahnya) berkumandang serentak mengangkasa dari ratusan ribu jamaah, menutup rangkaian tausiyah penuh berkah tersebut. (Amr/Red)




