Rapat Koordinasi Kepala Pondok Pesantren, Para Asatidz, dan Pengasuh

Rapat Koordinasi Kepala Pondok Pesantren, Para Asatidz, dan Pengasuh

Rapat Koordinasi Kepala Pondok Pesantren, Para Asatidz, dan Pengasuh

Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta

I. INFORMASI RAPAT

  • Hari / Tanggal: Ahad, 26 Juli 2026

  • Waktu: Pukul 09.30 s.d. 12.00 WIB

  • Tempat: Masjid Hamzanwadi, Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta

  • Pimpinan Rapat: Kepala Pondok Pesantren, Dr. H. Miftahudin, Lc., MA

  • Peserta: Para Asatidz, Dewan Guru, Pengasuh Asrama, Pengurus OS NW, dan Pengurus Pondok Pesantren

II. AGENDA UTAMA RAPAT

  1. Evaluasi pembinaan santri, penanganan mental/sosialisasi, serta pengawasan pergaulan di lingkungan pondok.

  2. Sosialisasi dan penjelasan terkait kebijakan dana hibah serta mekanisme penyalurannya.

  3. Peningkatan kualitas kegiatan ibadah, pengintensifan program tahajud, serta kedisiplinan sholat berjamaah.

  4. Optimalisasi sistem pengasuhan asrama, metode pembelajaran Al-Qur’an, serta perencanaan program rekreasi (rihlah) santri dan asatidz.

III. JALANNYA RAPAT DAN PEMBAHASAN

1. Pengarahan Kepala Pondok Pesantren (Dr. H. Miftahudin, Lc., MA)

  • Pembinaan Sosial dan Mental Santri:

    • Kepala pondok menekankan pentingnya merangkul santri baru agar tidak merasa minder atau terasing dalam bersosialisasi dengan teman-temannya.

    • Menyoroti pentingnya peran pembimbing untuk memantau aktivitas santri secara detail agar terhindar dari pengaruh negatif atau kebiasaan buruk di luar jam pelajaran.

    • Mengingatkan agar para asatidz senantiasa mengawasi pergaulan santri guna mencegah pelanggaran berat yang dapat merusak fokus belajar mereka.

  • Informasi Terkait Dana Hibah:

    • Dijelaskan secara transparan bahwa proses dan data penerima dana hibah murni bersumber dari sistem pusat/atas tanpa adanya rekayasa atau penyelidikan internal dari pihak pondok.

    • Terdapat mekanisme pemotongan/penarikan dana hibah yang dikelola bersama untuk menunjang kebutuhan operasional pondok serta honorarium guru/pengajar mengingat kontribusi panti asuhan yang belum mencukupi secara mandiri. Hal ini telah dikomunikasikan dan dikoordinasikan secara terbuka kepada pihak terkait.

  • Peningkatan Disiplin dan Ibadah:

    • Kepala pondok mengarahkan agar para asatidz aktif mengisi dan menggantikan posisi sebagai imam sholat berjamaah secara disiplin.

    • Menekankan agar para santri yang ditugaskan menjadi imam atau petugas ibadah dipastikan telah memenuhi syarat rukun dan bacaan yang benar.

2. Hasil Keputusan Khusus dan Tambahan Program

  • Pengintensifan Program Tahajud:

    • Program ibadah malam (tahajud) akan lebih diintensifkan pelaksanaannya.

    • Melibatkan dan mengerahkan Pengurus OS NW secara aktif untuk melakukan piket malam dalam rangka membangunkan rekan-rekan santri lainnya secara tertib dan disiplin.

  • Agenda Rihlah (Rekreasi) Santri dan Asatidz:

    • Disepakati adanya agenda rekreasi bersama (rihlah) bagi santri dan para asatidz guna mempererat kebersamaan dan penyegaran mental.

    • Pelaksanaan agenda rihlah akan diatur waktunya secara selektif agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.

3. Sesi Tanya Jawab, Masukan, dan Tanggapan Peserta Rapat

  • Pengawasan Asrama dan Keamanan Lingkungan:

    • Dibahas mengenai pentingnya pengawasan ketat terhadap santri yang keluar-masuk area pondok serta penertiban tamu atau pihak luar di sekitar lingkungan pesantren.

    • Perlunya kehadiran aktif wali asrama untuk mengawasi langsung keseharian santri di kamar, mulai dari kebersihan pakaian, kerapian, hingga kedisiplinan waktu tidur dan bangun malam.

  • Metode Pembelajaran dan Evaluasi Ngaji:

    • Para asatidz mengevaluasi metode membaca Al-Qur’an bagi santri agar pembimbingan dilakukan secara bertahap, memperhatikan panjang pendek bacaan (mad), serta memberikan pemahaman yang benar.

    • Jadwal piket pengajar dan badal (pengganti) untuk kegiatan sholat berjamaah akan ditata ulang agar pengawasan santri berjalan lebih efektif.

IV. KESIMPULAN DAN TINDAK LANJUT

  1. Intensifikasi Tahajud Berbasis OS NW: Pengurus OS NW resmi ditugaskan membuat jadwal piket untuk membangunkan santri dalam rangka menyukseskan program tahajud.

  2. Penjadwalan Rihlah Terukur: Panitia akan merancang agenda rekreasi (rihlah) santri dan asatidz pada waktu yang tepat dan dipastikan tidak mengganggu jalannya KBM.

  3. Penguatan Peran Wali Asrama & Pengawasan: Wali asrama dan pengurus harus lebih proaktif bertindak sebagai orang tua pengganti di pondok untuk mengontrol kebiasaan, kerapian, dan pergaulan santri secara ketat.

  4. Peningkatan Kualitas Pembelajaran & Ibadah: Penerapan metode membaca Al-Qur’an serta kesiapan imam sholat berjamaah terus ditingkatkan demi kemajuan mutu santri di Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta. (Redaksi/Amr)

 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA