KHUTBAH PERTAMA
KHUTBAH JUMAT EDISI 12 JUNI 2026: “MENYONGSONG TAHUN BARU 1448 H DENGAN SEMANGAT HIJRAH MAKNAWI DAN EVALUASI DIRI”
بسم الله وبحمده السلام عليكم ورحمه الله وبركاته
Jamaah kaum muslimin yang berbahagia rahimakumullah,
Alhamdulillah, kita bersyukur pada Jumat ini dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala kita dapat sedikit meluangkan waktu untuk menunaikan salat fardhu Jumat secara berjamaah di masjid kita yang mulia dan tercinta ini. Shalawat dan salam tak lupa kita sampaikan kepada figur teladan umat seluruh dunia, yaitu Nabi Besar Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, begitu juga kepada keluarga dan sahabatnya. Semoga kita semua di akhirat nanti tergolong sebagai hamba yang terpilih dan beruntung mendapatkan syafaat dari beliau. Amin, amin ya rabbal ‘alamin.
Selaku khatib, di atas mimbar yang mulia ini, saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita terus berupaya meningkatkan kualitas iman dan takwa kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebab, takwa adalah sebaik-baik bekal untuk mengarungi kehidupan dunia hingga akhirat kelak.
Jamaah kaum muslimin yang berbahagia rahimakumullah,
Tidak terasa, waktu demikian cepat berganti dari hari-hari yang kita lalui. Tanpa kita sadari, pekan ini adalah pekan terakhir dari tahun 1447 Hijriyah, dan pekan depan—tepatnya pada hari Jumat—kita sudah memasuki tahun baru 1448 Hijriyah. Demikian cepat waktu berlalu melewati kita, seakan-akan ia hanya “numpang lewat” di tengah-tengah kita.
Fenomena cepatnya waktu ini bukanlah sebuah kebetulan. Baginda Nabi Besar Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam jauh-jauh hari telah menggambarkan bahwa percepatan waktu ini adalah salah satu tanda semakin dekatnya akhir zaman. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
Artinya: “Tidak akan terjadi kiamat hingga waktu terasa saling berdekatan (berjalan cepat). Maka setahun seumpama sebulan, sebulan seumpama seminggu, seminggu seumpama sehari, sehari seumpama sejam, dan sejam seumpama sekejap mata (seperti api yang membakar ranting kering).” (HR. Tirmidzi nomor 2332, dari sahabat Anas bin Malik. Imam Tirmidzi mengatakan hadis ini hasan gharib, dan Syekh Al-Albani mensahihkannya).
Jamaah yang dirahmati Allah,
Dengan begitu cepatnya waktu bergulir, perubahan pun datang silih berganti dalam hidup kita. Rasanya belum lama kita menjadi anak-anak, namun sekarang kita sudah mempunyai anak, bahkan sudah menimang cucu. Belum lama rasanya kita dahulu muda dan bugar, namun sekarang kita sudah tua, rambut sudah beruban, dan fisik kita mulai mengalami kelemahan serta sakit-sakitan karena dimakan usia.
Apakah perubahan yang terasa sangat cepat ini merupakan suatu kebohongan atau kesia-siaan? Jawabannya adalah tidak. Semua itu sudah menjadi skenario, sunnatullah, dan aturan sang Maha Pencipta, Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tujuannya tidak lain adalah untuk menegur dan mengingatkan umat manusia agar senantiasa sadar, memanfaatkan sisa waktu dengan melakukan amal-amal terbaik, demi menyongsong kematian yang bisa datang kapan saja tanpa mengetuk pintu.
Oleh karena itu, dengan akan berakhirnya tahun 1447 Hijriyah ini, sudah sepatutnya kita melakukan muhasabah atau evaluasi diri. Mari kita tengok ke belakang, sejauh mana tingkah laku dan amal perbuatan yang telah kita lakukan selama setahun ini.
-
Bila ternyata lembaran amal kita masih dipenuhi kekurangan, kesalahan, dan dosa-dosa—baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja—maka detik ini juga marilah kita bertobat, memohon ampunan yang sedalam-dalamnya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seraya berjanji bahwa memasuki tahun baru 1448 Hijriyah nanti, kita akan memperbaiki segala kerusakan masa lalu itu.
-
Namun sebaliknya, bila ternyata di tahun 1447 Hijriyah ini banyak amal saleh yang telah kita tunaikan, banyak kebaikan yang telah kita tunjukkan, serta banyak hal positif yang telah kita lakukan, maka semua itu hendaknya kita syukuri dengan ucapan Alhamdulillah. Jangan sampai kebaikan-kebaikan tersebut membuat kita berbangga diri, ujub, atau sombong di hadapan sesama manusia. Sembari kita terus berdoa, semoga semua amal tersebut dicatat sebagai amal saleh yang berbobot berat timbangannya, dan mendapatkan ridha Allah di akhirat nanti.
Jamaah kaum muslimin yang berbahagia rahimakumullah,
Islam sangat menekankan agar seorang muslim senantiasa tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari, dan dari tahun ke tahun. Fluktuasi iman dan amal kita harus dipacu menuju grafik yang meningkat. Hal ini selaras dengan nasihat mulia yang sering dikutip dari para ulama (salah satunya dinisbatkan sebagai pesan moral dari Khalifah Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib) mengenai refleksi hari-hari kita:
“Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia adalah orang yang beruntung. Barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia adalah orang yang merugi. Dan barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia adalah orang yang celaka/terlaknat.”
Semangat untuk terus membaik ini dipertegas oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur’an Surat Al-Hasyr ayat 18:
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Jamaah yang dirahmati Allah,
Dengan akan tibanya tahun baru 1448 Hijriyah yang sudah di ambang pintu, mari kita sama-sama membulatkan tekad agar tahun baru ini menjadi tahun yang penuh dengan ketaatan, peningkatan, dan perubahan nyata. Momentum ini dinamakan tahun baru Hijriyah karena ia merujuk pada peristiwa besar hijrahnya Rasulullah.
Secara historis, hijrahnya Rasulullah bersama para sahabat adalah perpindahan fisik dari satu tempat (Makkah) ke tempat lain (Madinah) demi menyelamatkan diri dan agama, karena di tempat yang lama sudah tidak memungkinkan lagi akibat besarnya fitnah, ujian, dan bahaya yang merenggut nyawa serta merusak keberlangsungan dakwah Islam.
Namun, bagi kita yang hidup di masa sekarang, hijrah fisik tersebut telah usai. Hijrah yang paling relevan dan kontekstual bagi kita saat ini adalah Hijrah Maknawi, yaitu hijrah secara esensi dan sikap. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjelaskan makna sejati dari hijrah ini dalam sebuah hadis sahih:
Artinya: “Seorang muslim yang sejati adalah orang yang mana orang-orang muslim lainnya selamat dari bahaya lisan dan tangannya. Dan seorang yang berhijrah (Muhajir) adalah orang yang meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah.” (HR. Bukhari nomor 10 dan Muslim nomor 40, dari sahabat Abdullah bin Amr bin Al-Ash).
Berdasarkan hadis ini, makna hijrah yang sesungguhnya di masa kini adalah merubah total sikap dan perilaku kita ke arah yang diridhai Allah:
-
Kita pindahkan diri kita dari sikap yang tidak pantas menuju sikap yang lebih pantas.
-
Dari sikap yang tidak patuh, melejit menuju sikap yang jauh lebih patuh kepada syariat.
-
Dari lisan dan perilaku yang tidak sopan, menuju pribadi yang lebih santun.
-
Dari jiwa yang penuh dengan emosional dan egois, menuju jiwa yang rendah hati, yang mau mendengar serta menerima segala bentuk masukan baik dari saudara-saudara kita.
-
Dari sikap yang penuh dengan keangkuhan dan arogansi, menuju sikap yang tawadhu’.
-
Serta dari sikap yang tidak tahu diri, melangkah menuju pribadi yang lebih mawas diri, mengerti posisi, dan penuh dengan kebijaksanaan.
Inilah gambaran sejati seorang muslim dalam menyongsong momentum hijrah ini. Hendaknya kita selalu gigih berusaha memperbaiki diri agar suasana kehidupan lahir dan batin kita di tahun baru nanti jauh lebih berkualitas, bersih, dan berkah daripada tahun-tahun sebelumnya.
Hadirin para jamaah kaum muslimin yang berbahagia rahimakumullah,
Perubahan tahun ini harus menjadi satu renungan mendalam (kontemplasi) bagi kita semua. Mari kita jadikan sisa umur kita sebagai medan untuk terus berbenah, konsisten melakukan amal-amal kebaikan, menunjukkan akhlak yang mulia, serta senantiasa melakukan hal-hal yang bermanfaat dan produktif, baik untuk kemaslahatan diri kita secara pribadi, maupun secara sosial kemasyarakatan dan lingkungan di sekitar kita.
Oleh karena terbatasnya waktu, inilah khotbah Jumat singkat yang dapat khatib sampaikan pada kesempatan yang penuh berkah ini. Semoga apa yang disampaikan dapat mengetuk hati kita, bermanfaat, dan menambah komitmen kita untuk menjadikan tahun baru Islam 1448 Hijriyah ini sebagai tahun perbaikan (islah) dalam segala sisi dan aspek kehidupan kita.
أقول قولي هذا، وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلـمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلي وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَـهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلـمُؤْمِنَاتِ وَاْلـمُسْلِمِيْنَ وَاْلـمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلـمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلـمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلـمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلـمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلـمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلـمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر.
Bekasi, 26 Zulhijjah 1447 H/12 Januari 2026 M
Penulis : Marolah Abu Akrom Hp. 087887270732 (Jurnalis media SinarLIMA/Sinar5News.com, guru BK SMP Nahdlatul Wathan Jakarta, guru BK SMP Laboratorium Jakarta dan staf pengajar Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta




