Malam Ke-40 Wafatnya Bapak Rahman Wilaatmaja, Wawancara bersama Hasbi Rumambi: “Kebaikan dan Keteladanan Ayah Jadi Warisan Kami”

Malam Ke-40 Wafatnya Bapak Rahman Wilaatmaja, Wawancara bersama Hasbi Rumambi: “Kebaikan dan Keteladanan Ayah Jadi Warisan Kami”

Malam Ke-40 Wafatnya Bapak Rahman Wilaatmaja, Wawancara bersama Hasbi Rumambi: “Kebaikan dan Keteladanan Ayah Jadi Warisan Kami”

Wawancara SinarLIMA bersama Hasbi Rumambi Putra Almarhum Bapak Rahman Wilaatmaja bin Atmaja pada kegiatan malam ke-40 wafatnya almarhum di kediamannya, Kp. Pisangan 1 RT 001/03 Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.

SinarLIMA:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hasbi Rumambi:

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

SinarLIMA:

Malam ini keluarga besar menggelar kegiatan malam ke-40 wafatnya almarhum Bapak Rahman Wilaatmaja bin Atmaja. Bisa dijelaskan bagaimana rangkaian acaranya?

Hasbi Rumambi:

Alhamdulillah malam ini keluarga besar mengadakan doa bersama dalam rangka malam ke-40 wafatnya ayahanda kami, almarhum Bapak Rahman Wilaatmaja bin Atmaja. Acara dimulai dengan pembacaan Yasin, tahlil, ceramah agama, lalu ditutup dengan doa bersama. Ini merupakan bentuk bakti dan doa kami kepada orang tua kami yang telah mendahului kami.

SinarLIMA:

Bagaimana antusias masyarakat yang hadir malam ini?

Hasbi Rumambi:

Alhamdulillah jamaah yang hadir sangat banyak. Diperkirakan sekitar 150 lebih jamaah hadir dari berbagai kalangan, mulai dari warga sekitar, para pemuda, jamaah mushola dan masjid, para ibu-ibu, hingga keluarga besar Nahdlatul Wathan. Kehadiran mereka menjadi penghibur bagi keluarga kami dan menjadi obat atas kesedihan yang kami rasakan.

SinarLIMA:

Melihat antusias masyarakat yang begitu besar, tentu almarhum memiliki kedekatan yang sangat baik dengan warga?

Hasbi Rumambi:

Betul sekali. Ayahanda memang dikenal sangat peduli terhadap masyarakat dan lingkungan. Beliau pernah menjabat sebagai Ketua RT lebih dari 15 tahun. Bahkan sampai menjelang pergantian kepengurusan, masyarakat masih meminta beliau untuk terus memimpin. Itu menunjukkan bahwa masyarakat merasa nyaman dan terbantu dengan kepemimpinan beliau.

SinarLIMA:

Apa yang paling dikenang keluarga dari sosok almarhum?

Hasbi Rumambi:

Ayahanda adalah sosok yang sangat lembut. Beliau mendidik kami bukan dengan amarah, tetapi dengan contoh nyata. Bahkan sampai hari ini saya pribadi belum pernah dimarahi dengan kata-kata kasar apalagi kekerasan fisik. Kalau ada pekerjaan di rumah, beliau lebih memilih langsung mengerjakannya daripada menyuruh anak-anaknya. Itu yang sangat membekas bagi kami.

SinarLIMA:

Bagaimana perhatian almarhum terhadap kegiatan sosial masyarakat?

Hasbi Rumambi:

Beliau sangat peduli. Dalam kegiatan 17 Agustus, tahun baru, atau kegiatan warga lainnya, beliau selalu aktif membantu. Bahkan sering memberikan seragam, hadiah, atau bantuan kepada masyarakat yang peduli terhadap lingkungan. Beliau mengajarkan kepada kami tentang pentingnya keikhlasan dan kepedulian sosial.

SinarLIMA:

Kalau dalam kehidupan ibadah sehari-hari seperti apa sosok almarhum?

Hasbi Rumambi:

Ayahanda sangat menjaga ibadah. Shalat lima waktu berjamaah di mushola hampir tidak pernah ditinggalkan. Beliau rutin tahajud, menjaga amalan setelah Subuh, dan semasa sehat beliau istiqamah puasa Senin-Kamis. Bahkan ketika anak-anaknya menghadapi ujian atau tes pekerjaan, beliau sering membantu dengan doa dan puasa.

SinarLIMA:

Apa pesan almarhum yang paling diingat keluarga?

Hasbi Rumambi:

Yang paling diingat adalah menjaga silaturahmi dan kekompakan keluarga. Beliau selalu mengingatkan agar delapan bersaudara tetap saling menyayangi dan saling mendukung. Kami sadar dalam keluarga pasti ada masalah, tetapi kami berharap semua bisa diselesaikan dengan baik agar tetap rukun.

SinarLIMA:

Bagaimana hubungan almarhum dengan para guru dan tokoh agama terutama dengan TGKH. Muhammad Suhaidi pimpinan pondok pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta?

Hasbi Rumambi:

Ayahanda sangat dekat dengan para dewan guru dan terutama tuan guru KH. Muhammad Suhaidi. Dari keluarga kami memang sudah sejak lama dekat dengan lingkungan pesantren dan Nahdlatul Wathan. Beliau selalu meminta nasihat dan bimbingan guru dalam mengambil keputusan. Beliau percaya bahwa hidup harus dibimbing oleh ulama dan guru.

SinarLIMA:

Lalu apa harapan keluarga setelah kepergian almarhum?

Hasbi Rumambi:

Kami berharap bisa meneruskan kebaikan-kebaikan beliau, menjaga ibadah berjamaah, menjaga kepedulian terhadap masyarakat, serta menjaga kekompakan keluarga. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan.

SinarLIMA:

Terakhir, ada pesan untuk masyarakat dan jamaah yang hadir malam ini?

Hasbi Rumambi:

Keluarga besar mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh jamaah, para ustaz, guru, tetangga, dan semua pihak yang telah hadir, membantu, dan mendoakan ayahanda kami sejak awal wafat hingga malam ke-40 ini. Kami tidak mampu membalas semua kebaikan tersebut, semoga Allah SWT yang membalas dengan pahala dan keberkahan.

SinarLIMA:

Terima kasih atas waktunya. Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga diberikan ketabahan.

Hasbi Rumambi:

Aamiin. Terima kasih kembali.

SinarLIMA:

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

DATA PENULIS

  • Nama: Marolah Abu Akrom, S.Ag, MM (Ust. Amrullah)

  • Profesi: Jurnalis Sinar5News.com & Guru BK (SMP NW/Lab Jakarta)

  • Dakwah: Khatib Jum’at DKI Jakarta & Bekasi, Penulis Naskah Khutbah Nasional.

  • Spesialisasi: Penggagas Metode Al Akrom (5 Jam Bisa Baca Al-Qur’an) & Pengajar Tahsin/Tafsir.

  • Karya: Penulis puluhan buku & Pencipta 12 album lagu religi.

  • Media: YouTube: Abu Akrom Channel & SinarLIMA TV

  • Kontak: 0878-8727-0732

 
 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA