Buletin Jum’at HAMZANWADI edisi 285

Buletin Jum’at HAMZANWADI edisi 285

Dalam kehidupan seorang Muslim, shalat bukan sekadar rutinitas harian yang dilakukan lima kali sehari. Lebih dari itu, shalat adalah “harga mati” — sebuah kewajiban yang tidak bisa ditawar, ditunda tanpa alasan syar’i, apalagi ditinggalkan. Shalat adalah tiang agama, pondasi utama yang menentukan kokoh atau rapuhnya keimanan seseorang.

Mengapa shalat disebut sebagai harga mati? Karena shalat merupakan perintah langsung dari Allah SWT yang diterima Nabi Muhammad SAW tanpa perantara wahyu biasa, melainkan melalui peristiwa agung Isra Mi’raj. Ini menunjukkan betapa istimewanya kedudukan shalat dibanding ibadah lainnya. Jika ibadah lain bisa gugur dalam kondisi tertentu, maka shalat tetap wajib ditegakkan selama akal masih berfungsi, bahkan dalam keadaan sakit sekalipun.

Shalat juga menjadi pembeda utama antara seorang Muslim dengan yang bukan. Dalam banyak hadis disebutkan bahwa batas antara iman dan kekufuran adalah shalat. Artinya, menjaga shalat bukan hanya soal menjalankan kewajiban, tetapi juga menjaga identitas dan jati diri sebagai seorang hamba Allah.

Selain itu, shalat memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan akhlak seseorang. Allah SWT berfirman bahwa shalat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Ini bukan sekadar teori, melainkan realitas yang bisa dirasakan. Selengkapnya baca di Buletin Jum’at HAMZANWADI edisi 285

Donasi ke Panti Asuhan Nahdlatul Wathan Jakarta melalui rekening resminya di – 32500 1002 159536 Bank BRI- atas nama PA.AS NAHDLATUL CQ SUHADI

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA