Diaspora Lombok di Jakarta Gelar Halal Bihalal di Ponpes Nahdlatul Wathan, Nyatakan Dukungan untuk Kepemimpinan Nasional
JAKARTA, Sinar5News.com – Atmosfer persaudaraan menyelimuti kompleks Perguruan Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan (NW) Jakarta saat ratusan warga perantauan asal Pulau Lombok menggelar agenda tahunan Halal Bihalal Lombok Rantau 2026, Sabtu (25/4). Momentum ini menjadi panggung besar bagi diaspora Sasak untuk memperkuat sinergi ekonomi sekaligus menyatakan sikap politik mendukung keberlanjutan pembangunan nasional.
Sinergi Yayasan dan Semangat Gotong Royong Warga
Kesuksesan perhelatan akbar ini tidak lepas dari peran sentral Ketua Yayasan Mi’rajush Shibyan Nahdlatul Wathan Jakarta yang memberikan dukungan fasilitas dan moril secara penuh. Semangat kolektif juga ditunjukkan oleh para donatur dan masyarakat Lombok di Jakarta yang bahu-membahu memberikan kontribusi materiil, membuktikan bahwa filosofi gotong royong tetap terjaga kuat di tanah rantau.
Ketua Panitia, Buchari, menekankan bahwa acara ini terlaksana berkat kerja sama solid dengan Laskar Sasak Indonesia (LSI) dan Garda Sasak Indonesia (GSI). “Kita urunan, berbagi rasa, dan saling jujur. Inilah motor utama yang membangun kembali koneksi kebatinan antarwarga,” ujarnya.
Kemeriahan Suasana dipandu MC Profesional
Acara berlangsung semakin semarak dan elegan di bawah kendali dua pembawa acara (MC) kenamaan. Kolaborasi apik antara Ramli Ahmad, Da’i muda MMC TV yang religius, dengan Citra Lestari, Ketua Himmah NWDI DKI Jakarta yang energik, berhasil menghidupkan suasana dan menjaga antusiasme ratusan jemaah hingga akhir acara.
Harmoni Budaya: Paduan Suara Hamzanwadi
Kekhidmatan acara semakin terasa dengan penampilan memukau dari Tim Paduan Suara Hamzanwadi yang terdiri dari dewan guru TK, SD, SMP, dan SMA Nahdlatul Wathan Jakarta. Dengan penuh penghayatan, mereka melantunkan lagu Ahlan Biwafdi Zairin dan Pacu Gamaq, yang merupakan karya monumental pahlawan nasional Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Tak hanya itu, lagu daerah Kadal Nongak yang dibawakan dengan apik turut membangkitkan rasa rindu dan kebanggaan akan budaya Sasak di hati para hadirin.
Kepala Badan Penghubung NTB: Lombok Adalah Simbol Kejujuran
Kepala Badan Penghubung Provinsi NTB, Dr. Lalu Sukarman, yang hadir mewakili Pemerintah Provinsi NTB, menyampaikan apresiasi tinggi atas kerukunan warga Lombok di Jakarta. Ia mengingatkan tentang filosofi mendalam dari nama “Lombok” yang berarti lurus.
“Lombok itu bermakna kejujuran. Saya bangga karena warga kita di Jakarta dikenal sebagai pribadi yang jujur, pekerja keras, dan cepat beradaptasi,” pesan Dr. Lalu Sukarman.
Pesan Kebangsaan Karman BM: Menjadi “Air yang Menyejukkan”
Ketua Himalo, Karman BM, dalam pidatonya mengajak warga untuk menjadi pribadi yang bermanfaat di manapun berada. “Kita harus menjadi air yang menyejukkan di tengah dahaga bangsa. Merantau adalah jalan untuk berbuat lebih bagi masyarakat dan negara,” tegas Karman.
Di tengah situasi dunia yang labil, ia memimpin doa keselamatan untuk negeri agar Indonesia tetap aman dan sejahtera (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur). Komitmen ini dipertegas dengan penandatanganan dukungan untuk Presiden Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, B.Sc.
Visi Ekonomi dan Warisan Budaya Sasak
Di sektor ekonomi, Lalu Suherman, Direktur Utama PT Agro Nusa Protindo, membakar semangat warga dengan visi kemandirian peternak NTB dan target IPO perusahaannya pada 2026. Sementara itu, Pimpinan Ponpes NW Jakarta, Drs. TGKH. Muhammad Suhaidi SQ, mengingatkan pentingnya menjaga adat dan akhlak.
Acara ditutup dengan parade budaya yang memukau, mulai dari Gendang Beleq, Seni Rudat, hingga atraksi Peresean. Pertarungan sengit di arena rotan tersebut berakhir dengan pelukan hangat antar-pepadu, sebuah simbolisasi kuat akan sportivitas dan persatuan abadi warga Sasak di ibu kota.
Reporter: Marolah Abu Akrom / Ust. Amrullah Editor: Redaksi Sinar5News.com




