Jakarta, 21 April 2026 — Kepala SMA Nahdlatul Wathan Jakarta, Ust. Ahmad, S.Pd.I, memberikan arahan kepada para siswa terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah pada Senin (21/4/2026).
Dalam arahannya, beliau menyoroti persoalan penumpukan sampah yang terjadi akibat keterbatasan jadwal pengangkutan sampah dari pemerintah setempat. Sampah di lingkungan sekitar hanya diangkut setiap tiga hari sekali, sehingga berpotensi menimbulkan penumpukan, terlebih dengan jumlah siswa yang mencapai sekitar 600 orang.
“Jika setiap hari siswa menghasilkan sampah, maka dalam tiga hari jumlahnya akan sangat besar. Karena itu, jangan sampai sampah dibiarkan menumpuk,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya petugas kebersihan. Siswa diimbau untuk langsung membuang sampah pada tempatnya setelah makan atau jajan, serta tidak meninggalkan sampah di ruang kelas maupun lingkungan sekolah.
Menurutnya, meskipun siswa telah memahami pentingnya kebersihan, penerapannya masih belum optimal. Kurangnya kesadaran dan kepedulian menjadi penyebab utama masalah tersebut terus berulang.
Lebih lanjut, Ust. Ahmad menjelaskan bahwa sampah yang dihasilkan tidak hanya berasal dari aktivitas di sekolah, tetapi juga dari lingkungan rumah tangga, termasuk sampah dapur yang jumlahnya cukup besar setiap hari.
Sebagai solusi, pihak sekolah telah menyediakan tempat sampah di setiap kelas dan mengarahkan siswa untuk memilah sampah berdasarkan jenisnya. Sampah residu, seperti plastik tertentu yang tidak dapat didaur ulang, harus dipisahkan dari sampah organik seperti sisa makanan dan daun-daunan yang dapat diolah menjadi pupuk.
Di akhir arahannya, Ust. Ahmad mengajak seluruh warga sekolah untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan demi menciptakan suasana belajar yang nyaman dan sehat. Ia juga mengingatkan bahwa sekolah sewaktu-waktu akan menghadapi inspeksi terkait kebersihan lingkungan.
Dengan adanya arahan ini, diharapkan seluruh siswa dapat lebih disiplin dan bertanggung jawab dalam menjaga kebersihan, sehingga lingkungan sekolah tetap terjaga dengan baik.



