STIKes RSPAD Gatot Subroto Gelar Sosialisasi Cyber Bullying di SMP Nahdlatul Wathan Jakarta

STIKes RSPAD Gatot Subroto Gelar Sosialisasi Cyber Bullying di SMP Nahdlatul Wathan Jakarta

STIKes RSPAD Gatot Subroto Gelar Sosialisasi Cyber Bullying di SMP Nahdlatul Wathan Jakarta

Jakarta, Selasa 3 Februari 2026 —

Dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagaimana tercantum dalam Kalender Akademik STIKes RSPAD Gatot Subroto Tahun Ajaran 2025–2026, STIKes RSPAD Gatot Subroto yang bernaung di bawah Yayasan Wahana Bhakti Karya Husada melaksanakan kegiatan sosialisasi tentang cyber bullying di SMP Nahdlatul Wathan Jakarta.

Kegiatan ini mengusung tema “Dampak Cyber Bullying terhadap Kesehatan Mental Remaja” dan dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari surat permohonan resmi STIKes RSPAD Gatot Subroto yang ditandatangani oleh Ketua STIKes RSPAD Gatot Subroto, Dr. Didin Syaefudin, SKp., SH., MARS, dengan narahubung Saudari Widya Rahayu, STR.Keb.

Sambutan Kepala Sekolah

Dalam sambutannya, Kepala SMP Nahdlatul Wathan Jakarta H. M. Sarbini, S.Ag menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh narasumber dari STIKes RSPAD Gatot Subroto yang telah berkenan hadir dan berbagi ilmu kepada para peserta didik.

Beliau berharap agar seluruh siswa mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, memahami setiap materi yang disampaikan, serta mampu mengambil manfaat dan pembelajaran penting demi kebaikan masa depan mereka, khususnya dalam menjaga kesehatan mental dan membangun karakter yang sehat di era digital.

Materi Cyber Bullying dari Perspektif Keilmuan

Kegiatan sosialisasi ini disampaikan oleh narasumber yang terdiri dari para mahasiswi STIKes RSPAD Gatot Subroto yang telah dibekali keilmuan di bidang kesehatan. Para narasumber menguraikan cyber bullying secara ilmiah, faktual, dan kontekstual, sehingga mudah dipahami oleh peserta didik tingkat SMP.

Cyber bullying dijelaskan sebagai perilaku kekerasan verbal maupun psikologis yang dilakukan melalui media digital, seperti media sosial, aplikasi pesan instan, gim daring, maupun platform digital lainnya. Bentuknya antara lain:

  • hinaan dan ejekan berulang,

  • penyebaran fitnah atau aib,

  • ancaman,

  • pelecehan verbal,

  • pengucilan secara daring,

  • hingga penyebaran foto atau video tanpa izin.

Dari sudut pandang keilmuan kesehatan, cyber bullying memiliki dampak serius terhadap kesehatan mental remaja, antara lain:

  • munculnya kecemasan berlebih dan rasa takut,

  • penurunan kepercayaan diri dan harga diri,

  • gangguan tidur dan konsentrasi belajar,

  • stres berkepanjangan, depresi,

  • bahkan dalam kasus berat dapat memicu keinginan menyakiti diri sendiri.

Para narasumber juga menekankan bahwa dampak cyber bullying sering kali tidak terlihat secara fisik, namun sangat berbahaya karena menyerang psikis dan emosi korban secara terus-menerus.

Contoh Riil agar Lebih Mengena

Untuk memperkuat pemahaman, narasumber menyampaikan contoh-contoh nyata yang dekat dengan kehidupan remaja, seperti komentar negatif di media sosial, ejekan di grup WhatsApp kelas, hingga perundungan melalui akun anonim. Hal ini membuat para peserta didik menyadari bahwa cyber bullying bisa terjadi di sekitar mereka, bahkan tanpa disadari pelakunya.

Antusiasme Peserta Didik

Seluruh peserta didik SMP Nahdlatul Wathan Jakarta tampak antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Mereka mendapatkan pencerahan dan pemahaman yang lebih mendalam bahwa cyber bullying bukan sekadar bercanda, melainkan tindakan yang memiliki dampak negatif serius terhadap kesehatan dan keselamatan mental secara keseluruhan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa mampu:

  • lebih bijak dalam menggunakan media digital,

  • saling menghargai sesama,

  • serta berani melaporkan dan mencegah praktik cyber bullying di lingkungan sekolah maupun media sosial.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia pendidikan menengah dan perguruan tinggi dalam membangun generasi muda yang sehat secara mental, berakhlak baik, dan bertanggung jawab di era digital. (Amr/Red)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA