Senin pagi, 19 Januari 2026, seharusnya menjadi hari yang penuh semangat. Hari ketika saya bersiap mengikuti kegiatan LDKS SMK Laboratorium Jakarta yang dilaksanakan di Giri Pangrango, Bogor, Jawa Barat. Sejak malam sebelumnya, segala persiapan telah saya lakukan dengan penuh harap dan antusias. Baju pramuka, kaos, sarung, seragam laboratorium, sabun, sikat gigi, odol, serta berbagai kebutuhan lainnya telah tertata rapi di dalam tas. Bahkan, seragam pramuka sengaja saya letakkan di luar tas agar mudah dikenakan sesuai ketentuan panitia saat keberangkatan.
Namun, usai salat Subuh berjamaah di Masjid At-Tawwabin, ketika waktu keberangkatan semakin dekat, kenyataan berkata lain. Tubuh ini terasa berat. Flu dan demam yang sejak kemarin mulai terasa kini semakin menguat. Kondisi fisik saya tidak memungkinkan untuk ikut serta dalam kegiatan yang telah lama dinantikan tersebut.
Rupanya, keadaan ini merupakan dampak dari peristiwa sehari sebelumnya. Pada Ahad, 18 Januari 2026, saya ikut siaga menghadapi banjir yang melanda cukup luas wilayah Bekasi, termasuk Perumahan Villa Gading Harapan 2, tempat kami tinggal. Bersama warga lainnya, saya turut mengamankan barang-barang berharga, menaikkan perabot ke tempat yang lebih tinggi, serta memindahkan sepeda motor dan mobil ke luar perumahan, tepatnya di area gerbang yang lebih aman dari genangan air. Dingin air banjir, hujan yang terus mengguyur, serta kelelahan yang saat itu tidak begitu terasa, ternyata meninggalkan dampak serius bagi kesehatan tubuh.
Padahal, kegiatan LDKS ini telah menjadi niat dan harapan sejak beberapa minggu sebelumnya, jauh hari telah diagendakan oleh pihak sekolah. Namun, hidup memang tidak selalu berjalan sesuai rencana. Ada kalanya keinginan harus mengalah pada keadaan, dan raga harus berhenti meski hati masih ingin melangkah.
Dari peristiwa ini, saya belajar bahwa kehidupan sering kali mempertemukan kita dengan situasi yang tidak kita pilih. Yang dapat kita lakukan adalah menerimanya dengan lapang dada, mengambil hikmah, serta tetap bersyukur. Semoga dalam setiap keadaan, Allah Ta’ala senantiasa menganugerahkan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan kepada kita semua untuk terus berbuat kebaikan serta memberikan manfaat bagi sesama.
Penulis:
Marolah Abu Akrom
(Jurnalis Media SinarLIMA dan Guru BK SMP Nahdlatul Wathan Jakarta serta SMP Laboratorium Jakarta)




