Dr. Joko Nugrohao: Program Hebat Harus Dihidupkan, Kolaborasi Dimulai dari Diri Sendiri
Megamendung, Sonar5News.com — Rapat Kerja (Raker) Yayasan Pendidikan Acprilesma yang dilaksanakan di Jalan Raya Puncak Pass KM 17, Cipayung Datar, Megamendung, Jawa Barat, kembali menghadirkan materi inspiratif pada hari kedua, Sabtu (3/1/2026). Kali ini, narasumber Dr. Joko Nugroho menekankan bahwa kolaborasi, kecerdasan emosional, dan keaktifan individu menjadi kunci utama keberhasilan setiap program pendidikan.
Dalam paparannya, Dr. Joko Nugroho menegaskan bahwa sebaik apa pun sebuah program yang dirancang, tidak akan berarti apa-apa apabila tidak dijalankan secara aktif oleh pelaksananya. Menurutnya, keberhasilan program tidak boleh bergantung pada orang lain, melainkan harus dimulai dari kesadaran dan tanggung jawab pribadi.
“Program yang baik tidak akan berjalan dengan sendirinya. Kitalah yang harus menghidupkan, menjalankan, dan menyukseskannya. Jangan menunggu orang lain bergerak, karena perubahan dimulai dari diri kita sendiri,” tegasnya.
Menariknya, Dr. Joko Nugroho juga menyampaikan bahwa dalam memulai suatu pekerjaan atau amanah, sering kali muncul rasa keterpaksaan karena tuntutan dan kebutuhan. Namun justru dari keterpaksaan itulah lahir proses pembelajaran yang pada akhirnya membawa kebaikan dan keberkahan.
“Tidak semua hal besar diawali dengan kenyamanan. Kadang ada keterpaksaan karena kebutuhan. Tapi jika dijalani dengan niat baik, tanggung jawab, dan keikhlasan, keterpaksaan itu akan berubah menjadi kebiasaan baik, bahkan mendatangkan keberkahan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pengabdian di Yayasan Pendidikan Acprilesma, termasuk di Sekolah Laboratorium Jakarta, menuntut kolaborasi yang kuat antar seluruh elemen. Kolaborasi tersebut hanya dapat terwujud apabila setiap individu memiliki kecerdasan emosional yang baik, mampu bekerja sama, menghargai perbedaan, serta dilandasi kecerdasan spiritual sebagai kompas nilai dalam bekerja.
Pada akhir sesi, suasana raker semakin hidup ketika beberapa peserta menyampaikan sharing pengalaman dan pertanyaan terkait bagaimana menjaga kolaborasi agar tetap eksis dan berjalan berkelanjutan di lingkungan kerja. Pertanyaan tersebut dijawab Dr. Joko Nugroho secara tuntas dan aplikatif.
Ia menjelaskan bahwa kolaborasi hanya akan bertahan jika dibangun di atas komunikasi yang jujur, tujuan bersama yang jelas, serta komitmen untuk saling menguatkan, bukan saling menunggu. Konsistensi, evaluasi bersama, dan keteladanan dari setiap individu menjadi faktor penting agar kolaborasi tidak berhenti sebagai wacana, tetapi benar-benar hidup dalam keseharian kerja.
Raker Yayasan Pendidikan Acprilesma ini tidak hanya menjadi ajang perencanaan program, tetapi juga ruang refleksi dan penguatan nilai pengabdian. Dengan semangat kolaborasi, keaktifan, serta keseimbangan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual, seluruh keluarga besar Yayasan Pendidikan Acprilesma diharapkan mampu terus bergerak maju dan memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan.
Redaktur media SinarLIMA (Sinar5News.com), Marolah Abu Akrom



