Dalam hidup, manusia tidak pernah lepas dari rasa kehilangan. Entah itu kehilangan orang tercinta, kesempatan, atau bahkan impian yang tidak sesuai harapan. Hati bisa saja terasa hancur, tapi Islam mengajarkan cara “move on” yang menyejukkan, yakni dengan kembali pada Al-Qur’an.
Allah menegaskan dalam QS. Al-Baqarah: 286 bahwa setiap ujian sudah diukur sesuai kemampuan kita. Pesan ini memberi keyakinan bahwa kita tidak pernah diberi cobaan di luar batas kekuatan diri. Maka, jangan merasa lemah atau kalah. Jika hari ini terasa berat, yakinlah kita punya kekuatan yang Allah tanamkan untuk bangkit kembali.
Sementara dalam QS. Al-Insyirah: 5–6, Allah mengulang janji-Nya, “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” Dua kali pengulangan ini menjadi penegasan bahwa setiap luka pasti diikuti dengan peluang baru, setiap air mata akan diganti senyum yang lebih tulus. Ingatlah, badai tidak pernah datang selamanya. Setelah gelap, selalu ada cahaya yang menanti.
Lebih jauh lagi, Al-Qur’an mengajarkan sikap ikhlas. Dalam QS. At-Taubah: 51, disebutkan bahwa segala sesuatu yang menimpa kita sudah ditetapkan Allah, dan Dialah sebaik-baiknya pelindung. Dengan meyakini ini, hati akan lebih tenang untuk menerima kenyataan. Move on berarti bukan hanya melupakan masa lalu, tapi juga belajar untuk percaya bahwa Allah punya rencana indah di baliknya.
Dan dalam QS. Al-Baqarah: 216, Allah mengingatkan bahwa tidak semua yang kita cintai baik untuk kita, dan tidak semua yang kita benci buruk bagi kita. Kadang, kehilangan adalah jalan menuju hal yang lebih indah yang belum kita lihat. Jadi, jangan biarkan kesedihan mengurung langkah. Bangkitlah, karena Allah selalu menyiapkan sesuatu yang lebih baik di depan.
Ayat-ayat ini menjadi obat hati bagi siapa pun yang ingin move on dengan cara yang benar: ikhlas, berserah diri, dan percaya pada takdir Allah. Karena sejatinya, ketika kita melepaskan dengan ikhlas, Allah sedang menyiapkan sesuatu yang jauh lebih baik.
Jangan takut kehilangan, karena yang hilang hanyalah bagian dari dunia. Yakinlah, Allah tidak pernah mengambil sesuatu kecuali Dia berencana menggantinya dengan yang lebih indah.



