Ini Alasan Kenapa Wejangan TGKH. Muslihan Habib Harus Diposting

Ini Alasan Kenapa Wejangan TGKH. Muslihan Habib Harus Diposting

Mendengar respon dari beberapa santri yang menceritakan tentang bagaimana kesan dalam pengajian kemarin malam (Senin, 20/1/20), membuat penulis tertarik untuk memposting wejangan tersebut.

Beberapa santri merasa wejangan tersebut sangat simpel, dan mudah difahami. Misalnya seperti apa yang dirasakan Dika fauzi salah satu santri Pesantren NW Jakarta menceritakan kepada tim sinar lima tentang apa yang didapat dalam pengajian tersebut. Bahwa penjelasannya mudah difahami dan sederhana, apalagi ketika memberikan contoh tentang bagaimana membalas kebaikan dengan kebaikan yang lebih baik. Sangat sederhana dan mudah dimengerti. Jelasnya.

 

Demikian juga santri yang lain seperti izudin, dani, dan lainnya menceritakan hal yang sama, dimana penjelasan dan contoh yang diberikan sangat sederhana dan mudah difahami. Bahkan mereka menceritakan satu contoh dari pelajaran yang didapat sambil bergerak-gerak disertai suara gugup ketika bercerita tentang kisah murid yang memberikan singkong kepada gurunya, kemudian sangguru membalasnya dengan memberikan seekor kambing.

Dari informasi diatas, kami merasa perlu untuk memposting wejangan isi pengajian tersebut, supaya mamfaatnya bisa dirasakan oleh orang yang lebih banyak.

Lalu seperti apakah wejangan yang diberikan kepada para santri?

“Dan apabila kamu diberikan penghormatan oleh orang lain, maka balaslah dengan penghormatan yang lebih baik atau dengan balasan yang serupa” seperti itu ungkapan TGKH. Muslihan Habib pengurus wilayah NW DKI Jakarta membuka wejangan nasihatnya kepada Santri Ponpes NW Jakarta kemarin malam (senin, 20/1/20). Pembukaan tersebut diambil dari makna surat Surat An-Nisa Ayat 86.

Nampak dalam wejangannya beliau menekankan kepada santri untuk berusaha melakukan sesuatu yang terbaik, utamanya ketika dalam kehidupan sosial ketika berintraksi dan bermuamalah dengan sesama manusia.

Dalam penjelasannya beliau mengaitkan ayat ini dengan contoh yang sederhana dan konkrit. Misalnya kalau kita diberikan salam dengan ucapan “assalamualaikum” artinya semoga keselamatan atasmu. Maka jawablah dengan jawaban yang lebih sempurna “waalaikumussalam warah matullohi ” artinya semoga keselamatan dan rahmat Allah atasmu. Beliau melanjutkan, kalau kita tadi hanya didoakan keselamatan, maka kita tambahan dengan rahmat dari Allah.

Beliau kembali mengemukakan contoh yang lebih sederhana, apabila kalian datang ke rumah temanmu di sumbawa, kemudian dikasih madu, maka kalau dia main ke muara gembong kasih dia ikan bandeng besar yang harganya lebih mahal dari madu. Tapi perlu diperhatikan, jangan sampai kita melakukan kebaikan karena ingin diberikan sesuatu yang lebih dari seseorang terhadap apa yang telah kita berikan, itu tidak baik. Jelasnya.

Lebih lanjut beliau menerangkan, bahwa segala kebaikan yang kita lakukan akan dibalas dengan kebaikan pula, kerena itu jangan enggan untuk melakukan kebaikan yang bernilai lebih. Contohnya seperti melanjutkan jawaban salam samapi ke warah matullohi tadi. Perkataan ini diperkuat oleh firman Allah Surat Ar Rahman ayat 60 “hal jazaul ihsani illal ihsan” artinya tiadalah suatu kebaikan kecuali akan dibalas dengan kebaikan pula. Fathi.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA