Sinar 5 News – Sabar Nanti Allah Satukan.
Dimuka bumi ini telah Tuhan ciptakan berpasang-pasangan baik makhluk hidup maupun benda mati. Sebagaimana sudah difirmankan oleh Allah Swt dalam (Q.S An- Naba : 8) dan (Q.S Az-Zariyat : 49) kedua surah ini mengingat kan kita akan kebesaran Allah Swt dalam menciptakan seluruh Alam semesta ini.
Apabila kedua insan tak saling mengenali berada di sebuah kota/negara yang berbeda, Jika Allah berkehendak untuk menyatukan mereka. Sejauh manapun mereka berada, pasti akan dipersatukan oleh takdir Allah Swt disuatu tempat.
Adapun insan yang sudah pernah bertemu lalu di pisahkan karena takdir Allah. Lalu mereka dipertemukan kembali, karena Allah telah menetapkan mereka bersama. Selama atau sejauh apapun mereka tak saling tegur sapa. Jika mereka terikat didalam takdir yang Allah tentukan, maka tidak ada kalimat kemustahilan untuk dipersatukan.
Allah sangat mencintai semua hambanya, karena cinta kepada hambanya begitu besar. Allah telah menetapkan takdir yang sangat baik untuk hambanya.
Seorang hamba yang jatuh cinta pada seorang Adam/Hawa namun, mereka tidak pernah dipersatukan. Seorang hamba ini mengatakan “Ya Allah, ia sangat baik kepada hamba, persatukan kami ya Allah” tetapi menurut Allah iya belum yang terbaik.
Dan adapun seorang hamba yang sangat membenci seorang Adam/Hawa namun sebaliknya, mereka akan dipersatukan. Karena Allah maha melihat dan mengetahui mana yang baik dan buruk untuk hambanya.
Cinta yang terbaik adalah cinta segitiga hanya ada Aku, Kau, dan Tuhan. Seorang hamba yang sangat mencintai Allah maka kelak, ia akan dipertemukan oleh seseorang yang sangat menyayangi dirinya dan mencintai Allah. Takdir ini sangat didambakan oleh seluruh Adam/Hawa.
Kenapa demikian?
Karena cinta segitiga ini mendapatkan dua kebahagiaan baik untuk dunianya dan akhiratnya. Dan cinta segitiga ini berasal dari benih qalbu yang Allah berikan kepada hambanya, bukan dari nafsu yang terdapat didalam diri seseorang.
Maka libatkan Tuhan-Mu dalam setiap kalimat doa yang kau ucapkan. Dengan perkataan yang baik, sebagaimana hadits-hadits yang membahas tentang menjaga lisan sebagai berikut :
“Sesungguhnya seorang hamba yang berbicara dengan kata-kata yang diridhai Allah ’Azza wa Jalla tanpa berpikir panjang, Allah akan mengangkatnya beberapa derajat dengan kata-katanya itu.
Dan seorang hamba yang berbicara dengan kata-kata yang dimurkai Allah tanpa berpikir panjang, Allah akan menjerumuskannya ke neraka Jahanam dengan kata-katanya itu.” (HR. Bukhari, Ahmad, dan Malik).
Maka berdoalah dengan hati yang ikhlas dan tulus, tidak ada kemustahilan di alam semesta ini. Jika Allah sudah berkehendak dalam kebesarannya, pasti akan terwujud. Telah Allah ungkapkan didalam (Q.S Yasin : 82) “Kun fayakun” (كُنْ فَيَكُونُ) “Jadilah, Maka terjadilah”
Penulis: Rihani


