Pada malam Kamis, 17/4/25 yang penuh keberkahan dan semangat, Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta menggelar acara pelantikan pengurus baru Organisasi Santri Nahdlatul Wathan (OSNW) Jakarta untuk periode 2025-2026. Acara yang digelar di Masjid Hamzanwadi ini berlangsung khidmat dan sederhana, dimulai selepas salat Isya berjamaah sekitar pukul 19.30 WIB.
Pelantikan pengurus baru ini menjadi salah satu momen penting dalam kehidupan santri. Dipandu oleh panitia yang terdiri dari pengurus OSNW periode sebelumnya (2024-2025), acara ini dirancang dengan rapi. Sejak awal hingga akhir, suasana di Masjid Hamzanwadi dipenuhi oleh semangat para santri yang hadir.
Adapun pengurus baru terpilih yang dilantik adalah ananda Muhammad Alfandi sebagai ketua dan ananda Alif sebagai wakil beserta jajaran pengurus barunya. Pengurus ini menggantikan pengurus sebelumya yaitu ananda Kadirus Saum (ketua) dan Abdul Latief (wakil).
Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan, pembacaan Surah Al-Fatihah, lantunan sholawat Nahdhatain dan pembacaan ayat suci Al Qur’an yang menambah kekhidmatan suasana. Setelah itu, dilanjutkan dengan sejumlah sambutan dari Santri dan dan asatidz pesantren. Dalam sambutannya, mereka memberikan wejangan berharga bagi para pengurus OS dan para santri yang hadir.
Puncak acara adalah prosesi pelantikan pengurus baru yang dipimpin langsung oleh Kepala Pesantren, Dr. H. Miftahudin, Lc., M.A. Para pengurus mengucapkan janji setia untuk menjalankan tanggung jawab organisasi dengan sebaik-baiknya.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Sekretaris Pesantren, Ust. Sugi. Doa tersebut tidak hanya menjadi penutup kegiatan, tetapi juga sebuah harapan besar agar seluruh pengurus yang baru dilantik diberi kekuatan dan ilmu pengetahuan dalam menjalankan tugas mereka.
Pelantikan ini merupakan bagian dari tradisi tahunan Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta. Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini adalah langkah nyata dalam menanamkan nilai-nilai kepemimpinan kepada para santri. Mereka tidak hanya diajarkan untuk memahami konsep organisasi, tetapi juga diajak untuk menghayati esensi tanggung jawab, kerja sama, dan pengabdian.
Santri yang telah dilatih di bawah naungan OSNW diharapkan mampu membawa perubahan positif di masyarakat. Dengan bekal pengalaman dalam mengelola organisasi, mereka diharapkan menjadi pemimpin yang bijak dan tangguh di berbagai bidang, baik di masjid, lembaga pendidikan, maupun komunitas di kampung halaman mereka.
Acara yang berlangsung sederhana ini penuh dengan makna dan harapan. Di balik pelaksanaannya yang mungkin tampak biasa, tersimpan semangat besar untuk mencetak generasi pemimpin yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia, visi yang luas, dan komitmen terhadap pengabdian kepada masyarakat dan agama.




