MATARAM – Santri Madrasah Aliyah (MA) Nurul Jannah NW Ampenan menggelar praktik membuat kerajinan Kaligrafi jam dinding kuningan sebagai icon di Madrasah, Selasa, (18/3).
MA Nurul Jannah terus berupaya lebih baik dan berinovasi demi perkembangan intelektual maupun skil santrinya. Salah satunya dengan menggelar praktik membuat jam dinding.
Jam dinding yang dibuat oleh santri tersebut merupakan jam dinding yang terbuat dari kuningan di balut dengan nuansa kaligrafi sebagai ukiran dan begroud dari jam yang dibuat.

Guru seni budaya MA Nurul Jannah Ihsan mengatakan, pemberian tugas praktik kepada santri didiknya dengan membuat jam dinding kaligrafi kuningan ini karena sangat terlihat elegan dan juga menunjukkan seni yang indah.
“Seni membuat kaligrafi kuningan dengan cara ditotok langsung dengan tangan ini sangat terlihat menarik dan elegan jikalau dijadikan hiasan dinding”, ujar Ihsan.
Menurutnya para santri tidak hanya dibekali dengan ilmu pengetahuan agama saja, akan tetapi perlu diberikan ketrampilan atau ilmu seni lainnya.

“Kita ingin lulusan MA Nurul Jannah ini tidak sekedar bisa ilmu agama tapi juga bisa langsung mengembangkan keterampilan kaligrafi kuningan di masyarakat sebagai bentuk keterampilan yang diharapkan dapat menghadirkan lapangan pekerjaan baru”, ungkapnya.
Sementara itu pengawas pembina Kementerian Agama kota Mataram H. Jupri memberikan apresiasi kepada MA Nurul Jannah karena dinilai aktif dalam memberikan pembelajaran keterampilan tambahan kepada santrinya yang dapat mengembangkan wawasan dan kreatifitas santri.

“Program praktik kelas XII MA Nurul Jannah ini sangat bagus dan menghasilkan karya individu santri berupa kaligrafi kuningan, kegiatan-kegiatan seperti inilah yang harus dikembangkan dan di ekspose kepada publik”, ujarnya. (Red)




