Sinar5news – Jakarta- Launching kerja sama Indonesia Tiongkok hal culture dan training center yang dalam istilah budaya Nusantara Tadarrus budaya digelar sangat meriah berlokasi di hotel Royal Kuningan Jakarta Selatan bekerjasama dengan Lembaga Persahabatan Ormas Islam ( LPOI) yang berjumlah 14 Ormas. 2/6/24.
Ormas yang bergabung dalam LPOI ini semuanya berdiri sebelum kemerdekaan, ormas inilah yang dahulunya berjuang melahirkan Indonesia merdeka. Terus mengabdi mencerdaskan anak bangsa melalui ribuan pesantren yang bertebaran di seluruh pelosok negri Nusantara baik yang beraliran klasik atau moderen, baik yang berada di pelosok kampung ataupun di tengah kota. Pengurus Ormas NWDI Bersama PLT Dubes
Acara yang bertajuk Tadarrus budaya ini dirangkai dengan dialog kebangsaan bersama beberapa kementrian untuk meneguhkan semangat kebersamaan keberpihakan terhadap ormas yang telah melahirkan Indonesia merdeka.
Dalam sisi wawancara dengan media Dubes et internal sementara Tiongkok saat ditanya urgensi kerjasama ini. Beliau dengan sangat tegas dan sangat bahagia sampaikan.
” Kami pikir proyek ini prestasi baru dalam kerjasama antara masyarakat kedua belah pihak Indonesia dan Tiongkok, kedua belah pihak tidak hanya kerjasama di bidang agama tapi bisa di bidang yang lain baik pendidikan, budaya dst. Saya percaya ini bisa meningkatkan hubungan kerjasama persahabatan Indonesia Tiongkok seperti sedia kala”. Jelasnya.
Ketua umum LPOI KH.Said Aqil S yang juga mantan ketua umum PB NU ini, tatkala ditanya wartawan. Beliau jelaskan, ” LPOI adalah kumpulan ormas yg berdiri sebelum Indonesia merdeka. Selalu mengabdi untuk negri sekalipun tidak dapat gonimah dari pemerintah. Kerjasama ini kita maknai hal yang biasa tidak melulu dengan benua eropa dan Amerika”. Ungkap nya pada media.
Terkait dengan alokasi pertambangan yang sedang banyak diperbincangkan yang diperuntukkan untuk ormas. Beliau menanggapi ringan ” itu langkah yg baik dari pemerintah hanya perlu kejelasan aturan di semua tambang. Ormas bukan untuk cuci piring jangan dikasih hanya sisa sisa oligarki”. Imbuhnya.
Menyinggung pemerintahan pasca Jokowi ketika ditanya wartawan. Beliau tekankan pentingnya hadirnya pemimpin yang adil.
” Pemerintah ke depan lebih fokus untuk mengurus sila ke lima hadirkan keadilan kesejahteraan untuk semua warga bangsa”. Tutupnya.
Semantara ormas Nahdatul Wathon Al- Islamiyyah ( NWDI) kerjasama budaya dengan telah diresmikan traning center ini agar terus di bangun direalisasikan.
” Tiongkok sebagai negara maju dunia dalam semua bidang baik budaya dan tekhnologi perlu ada kesinambungan gerakan, alih tekhnologi, pertukaran pelajar santri dan mahasiswa, tempat pemagangan, sehingga masyarakat santri Indonesia dapat merasakan manfaatnya untuk kemajuan SDM unggul”. Ungkap Sam ketua NWDI Jakbar ini.
Acara berjalan sangat meriah penuh kesyukuran sebagai momentum ormas LPOI bangkit bergerak bersama mewujudkan peradaban dunia yang lebih adil dan tetap menjaga merah putih untuk tegaknya keadilan sosial di bumi Indonesia.