Katakanlah Yang Baik-baik Saja Jika Tidak Maka Diamlah

Katakanlah Yang Baik-baik Saja Jika Tidak Maka Diamlah

Oleh : Rihani Evita Rosmalia

Terkadang kita tidak menyadari apa yang kita ucapakan kepada orang lain apakah bisa orang itu menerima atau malah mereka tersinggung oleh perkataan kita yang menyakitkan hati mereka.

Terlebih lagi kita hidup di zaman modern yang dimana semua serba gadget dan bermain sosial media agar lebih mudah mengakses infomasi, namun tak sedikit dari kita yang menggunakan sosmed dengan baik.

Jari-jemari yang sangat lihai mengetik membuat lupa akan perkataan yang ia lontarkan di dalamnya, banyak komentar atau status yang menyinggung sehingga menyebabkan sakit hati orang lain.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari bersabda:

” bahwa, keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan”.

Penting untuk menjaga lisan. Sebab lisan diibaratkan pisau yang apabila salah menggunakannya akan melukai banyak orang.

Allah SWT berfirman: “Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan di antara manusia. Barangsiapa berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kami akan memberinya pahala yang besar.” (Q.S. an-Nisaa'[4]: 114).

bahaya lidah yang bisa berfungsi ganda, Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَلِسَاناً وَشَفَتَيْنِ وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ

“Lidah dan dua buah bibir. Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan” (QS Al-Balad: 9-10).

Lidah adalah raja atas semua anggota tubuh. Semua tunduk dan patuh kepadanya. Jika ia lurus, niscaya semua anggota tubuh ikut lurus. Jika ia bengkok, maka bengkoklah semua anggota tubuh. Sebagai seorang Muslim kita dianjurkan untuk bertutur kata baik kepada siapa pun, bahkan hal tersebut merupakan salah satu indikator keberimanan seseorang kepada Allah subhanahu wata’ala. Sebagaimana hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang berbunyi:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِالله وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ.

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah dia berkata baik atau diam” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

tutur kata merupakan cermin hati seseorang. Dalam peribahasa Indonesia, orang beriman menyadari bahwa “mulutmu adalah harimaumu” yang mengandung konsekuensi bahwa keselamatan seseorang tergantung tutur katanya. Bahkan lebih dari itu mencerminkan peribahasa “murah di mulut mahal di timbangan” yang berarti mudah mengatakan tapi sukar melaksanakannya. Sebaliknya, orang munafik digambarkan dalam peribahasa “lain di mulut lain di hati”

Berkaitan dengan bahaya lidah yang bisa berfungsi ganda, Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَلِسَاناً وَشَفَتَيْنِ وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ

“Lidah dan dua buah bibir. Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan” (QS Al-Balad: 9-10).

 

Berkata-kata itu lebih bagus daripada diam, melainkan membisu itu lebih baik daripada berkata perkara yang menyakitkan hati orang lain.

Oleh karena itu kita sebagai manusia jika ingin di senangi banyak orang, hendaklah kita menjaga lisan kita dengan baik. jika berbicara membuatmu menuju puncak yang tinggi maka bicaralah, jika berbicara membuatmu jatuh kedalam lautan yang dalam maka diam lah.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA