Dalam acara Seminar Nasional Tarekat Hizib Nahdlatul Wathan yang diadakan pada 13/8/22 di Ballroom Masjid Istiqlal Jakarta, dihadiri oleh tokoh Nasional, para tuan guru, para intelektual, Banom NWDI, jamaah Nahdliyyin dan Nahdiyyat, Tuan Guru H. Muhammad Suhaidi menyampaikan rahasia dalam mengamalkan Tarekat Hizib Nahdlatul Wathan.
Dalam paparannya pada acara seminar tersebut, Tuan Guru H. Muhammad Suhaidi menyebutkan, bahwa tarekat Hizib Nahdlatul Wathan adalah termasuk dari Tarekat akhir zaman. Dikatakan demikian, karena dalam pengamalannya sangat sesuai dengan kondisi keadaan zaman saat ini. Tarekat Hizib Nahdlatul Wathan bisa dibaca dimana dan kapan saja, baik sedang duduk, sedang berdiri ataupun sedang berjalan.
Beliau juga menceritakan dalam acara tersebut tentang kisah mula dibolehkannya dalam mengijazahkan dan membaiat. Awalnya Tuan Guru H. Muhammad Suhaidi bingung tentang bagaimana cara mengijazahkan Tarekat Hizib Nahdlatul Wathan, dan iapun mengadukan kondisi tersebut kepada Maulana Syaikh. Setelah mendengar keluhan dari Tuan Guru H. Muhammad Suhaidi, Maulana Syaikh mengajaknya untuk menyaksikan langsung bagaimana caranya mengijazahkan Tarekat Hizib Nahdlatul Wathan kepada para jamaah.
Setelah memahami cara mengijazahkan Tarekat Hizib Nahdlatul Wathan, Tuan Guru H. Muhammad Suhaidi bertanya kepada Maulana Syaikh tentang apa yang harus diajarkan dari Tarekat Hizib Nahdlatul Wathan, Maulana Syaikh menjawabnya dengan jawaban sederhana “Yakin, Ikhlas dan Istiqomah”.
Ketiga kata tersebut adalah rahasia dalam kesuksesan pengamalan Tarekat Hizib Nahdlatul Wathan. Ketiganya merupakan Motto yang sering dikumandangkan oleh para Nahdliyyin dan Nahdiyyat dalam meningkatkan semangat perjuangan.
Tuan Guru H. Muhammad Suhaidi juga menyampaikan dalam paparannya tentang pernyataan langsung dari Kiyai Dimyati di depan para santrinya ” yang mampu menyatukan tasawuf dengan intelektualnya di zaman ini adalah Maulana Syaikh Muhammad Zainuddin Abdul Madjid”.
Pada tarekat Hizib Nahdlatul Wathan tidak diharuskan khalwat, cukup dengan khalwat batin, bisa dibaca sambil jalan, sambil ngobrol dan sambil tidur juga bisa, bisa dibaca sambil bergaul dengan siapapun, inilah ciri dari Tarekat Hizib Nahdlatul Wathan yang membedakannya dengan Tarekat yang lain. Jelasnya.
Tuan Guru H. Muhammad Suhaidi juga menjelaskan, bahwa Tarekat Hizib Nahdlatul Wathan sangat cocok untuk pemuda milenial saat ini sebagai benteng untuk diri sendiri dari zaman yang kacau balau ini. Beliau menguatkan penjelasannya dengan pesan Maulana Syaikh kepadanya “Saya buatkan Tarekat akhir zaman, supaya hati kalian jangan kosong dengan Allah, karena zaman ini orang semakin lebih condong keduniaannya”.
Oleh : fath




