SELAMAT ATAS TEMUAN PRASASTI MPU SIṆḌOK

SELAMAT ATAS TEMUAN PRASASTI MPU SIṆḌOK

Sinar5news.com – Tim BPCB Trowulan dikabarkan menemukan prasasti di Gemekan, Sooko, Mojokerto.

Dari foto yang dikirimkan kepada kami jelas dalam prasasti ini pada baris kedua terbaca prasasti dikeluarkan oleh Śrī Mahārāja Rake Hino Mpu Siṇḍok.

Gelar nama Empu Sindok tampaknya lengkap: “śrī mahārāja rake hino mpu siṇḍok śrī īśānawikrama dharmmotunggadewa”

Nama lain yang muncul adalah Pu Padma dan Pu Kuṇḍala.

Kalau kami perhatikan dalam prasasti sejenis, seperti Prasasti Linggasuntan dan Prasasti Sangguran, yang keduanya memuat nama Pu Padma dan Pu Kuṇḍala, serta Śrī Mahārāja Rake Hino Mpu Siṇḍok, biasanya untaian kalimatnya mungkin seperti ini:

… śrī mahārāja rake hino mpu siṇḍok śrī īśānawikrama dharmmotunggadewa, umingsor i samgat momaḥhumaḥ kāliḥ maḍaṇḍěr, pu padma, anggěhān, pu kuṇḍala, …

Kalimat dalam prasasti temuan baru di Gemekan, Sooko, Mojokerto, kelihatannya berbunyi kurang lebih sama seperti itu.

Mengingat foto yang kami terima tidak sepenuhnya jelas, mengenai tahun di depannya jelas dua digit depan: 85 dan yang digit ketiga kabur, mungkin angka 9 atau 2.

Jadi sementara, kami berpendapat bahwa prasasti temuan baru ini berangka tahun 859 Śaka (937 Masehi), atau kemungkinan 852 Śaka (930 Masehi).

Terkait tahun prasasti temuan baru ini mengingatkan kita pada Prasasti Anjuk Ladang merupakan prasasti batu berangka tahun 859 Śaka ( versi L.-C. Damais , 937 M) atau 857 Śaka ( versi Brandes, 935 M) — sama-sama agak kabur digit ketiga tahun prasastinya sehingga muncul dua versi untuk angka tahunnya.

Prasasti Anjuk Ladang tersebut dikeluarkan oleh Raja Sri Isyana (Mpu Siṇḍok) dari Kerajaan Medang setelah memindahkan ibu kotanya ke Jawa bagian timur.

Prasasti tersebut menyebutkan dan menghormati perbuatan terpuji masyarakat desa Anjuk Ladang dalam membantu Pu Sindok dalam memukul mundur raja Melayu yang menyerang pada tahun 937 M. Maka Raja Pu Sindok mendirikan ‘jayastambha’ (tugu kemenangan) untuk memperingati peristiwa bersejarah tersebut.
.
Apakah prasasti temuan baru di Gemekan, Sooko, Mojokerto, mengindikasikan bahwa para leluhur di Nuswantara kala itu selalu update statusnya untuk mengenang setiap prestasi urutan peristiwa bersejarah di masa lampau, supaya generasi sekarang matanya terbuka lebar dan tersadar dari tidur panjangnya.

Kami tunggu penemuan update status Sang Leluhur lainnya yang sebentar lagi mulai bermunculan, karena itu yang kami inginkan.

Oleh karena itu, daya kekuatan Nuswantara dalam rangka bersih-bersih menuju kebangkitan nya semakin gencar diproyeksikan oleh daya Sang angin, Sang banyu, Sang geni, dan Sang bumi pertiwi.
.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA