Sinar5news.com – Pasca Muktmar ke I NWDI beberapa Banom Internal setingkat Pelajar, Mahasiswa, dan Pemuda semakin memanas, pasalnya dalam muktamar ke I NWDI tersebut Beberapa BANOM internal setingkat Pelajar, Mahasiswa dan Pemuda mengusulkan adanya payung hukum interen berupa peraturan -peraturan organisasi yang mengatur keberlangsungan badan otonom secara umum sesuai visi-misi oraganisasi induknya NWDI.
Selain itu para Badan Otonom NWDI ini juga mengusulkan adanya pembatasan Usia dalam setiap jenjang badan otonom NWDI terutama di tingkat pelajar,mahasiswa dan pemuda. Salah satu kader Muda yang mengusulkan adanya pembatasan usia dalam muktamar ke I NWDI adalah Saiful Fikri.M.Pd. Pemuda yang akrab di panggil Kanda Fikri ini mengatakan ” Penting menjadi perhatian bahwa konsep kaderisasi itu harus bersifat top down buakan battom up dan ia juga mengusulkan untuk menambahkan beberapa pasal dalam ART yang mengatur tentang dooble kepengurusan. selain itu penting juga adanya pembatasan usia dalam setiap jenjang Badan Otonom ini agar tercipta regenerasi organisasi yang sehat misalnya IPNWDI usia maksimal 28 thn , Himmah NWDI 30 thn dan pemuda 35 thn”.
Selain itu tidak sedikit juga kader muda lain yang berkomentar terkait pembatasan usia ini salah satunya dari Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNWDI Zahid Ramdan,S.Si
“saya rasa pembatasan usia dalam setiap kepengurusan Badan Otonom itu bukan satu -satunya solusi menurut saya yang terpenting adalah bagaimana kita mampu melakukan kaderisasi fokus sesuai dengan karakteristik masing -masing misalnya IPNWDI yah fokus mengkader santri di madrasah, Himmah fokus bagaimana mengkader mahasiswa kita di kampus dan berkompetensi dengan ormas eksternal, pemuda fokus pada bagaiman profile pemuda NWDI semsntara soal pengurus badan otonom itu soal lain yang maslahatnya saya rasa jauh lebih penting untuk kita utamakan” pungkasnya saat dimintai keterangan terkait pembatasan usia
Zahid juga menambahkan bahwa mari bijak dalam memandang tugas masing-masing,kita sudah punya ranah masing -masing sesuai amanah organisasi dan AD/ART masing-masing yang terpenting bagaimana sistem kaderisasi sejalan dan seayun serta sesuai dengan sprit pergerakan oraganisasi induknya Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI). ia juga mengahrapkan para senior lebih terbuka dalam hal komonikasi dengan kader agar budaya silaturrahim bisa semakin baik dan memberikan inside -inside yang positif untuk perjuangan organisasi (Red-Awan)




