Sinar5news.com- Jakarta – Milad YPGG dan STIE Ganesha yang mengambil tema “menuju perubahan bentuk menuju Universitas Ganesha Nusantara yang taat azaz berahlakul karimah”. Acara berlansung sangat meriah dibuka tepat pukul 09.00 wib. Sampai selesai. Berlokasi di kampus Ganesha lantai dua. 8/1/22.
Dihadiri seluruh pengurus besar dari
keluarga Dr. Ir. Moch. Aa. Sjafaat, M.Sc., Kluarga dari Dr.Margono para mantan Ketua dari Periode ke periode, Pengurus YPGG setelah alih kelola, para Pimpinan dan Karyawan STIE Ganesha, para Alumni S-1 dan S-2, serta para dosen.
Dalam sambutan awal ketua STIE Ganesha Prof.M.Said, MA. Sangat mengapresiasi Milad ke 29 ini.
“Suatu refleksi historis _tentang perjalanan lembaga dalam berkontribusi membangun masa depan anak bangsa melalui pembaga pendidikan tinggi, STIE Ganesha Jakarta_.Proses perubahan memerlukan perjalanan panjang. Namun kita tidak perlu berkecil hati. Lihatlah ke bawah ketika berjalan agar perjalanan kita tidak terasa panjang. Pada sisi lain, perubahan bentuk organisasi memerlukan komitmen, tanggung jawab, sinergitas, dan kolaborasi yang baik dari seluruh elemen yang ada dalam sebuah organisasi.
Hari ini kita hadir dalam suasana bathin yang tenang untuk membangun kebersamaan”. Ungkapnya.
Lanjutnya”Index Kinerja Utama seorang dosen harus menjadi perhatian serius untuk mendukung perubahan bentuk. Dosen tidak cukup dengan mengajar saja, tapi harus melaksanakan fungsi Tri darma perguruan tinggi secara utuh, terutama publikasi ilmiah nasional dan Internasional. Hal penting yang harus dijaga adalah euforia dalam mengikut konferensi Internasional yang diadakan oleh lembaga yang tidak jelas, publikasi tulisan artikel yang bagus2 dalam jurnal tidak jelas alias predator harus diwaspadai. Banyak korban predator seperti ini yang menawarkan jasa-jasa konferensi Internasional dan publikasi Internasional dengan harga murah. Sayangi artikel kita, publish karya kita pada jurnal yang bereputasi walaupun biaya agak mahal. Apalagi STIE ganesha siap ke akreditasi hanya memerlukan satu artikel dalam jurnal terondex Sinta 2. Kebutuhan kebaya harus menjadi prioritas utama. Lembaga butuh komitmen kita dalam memenuhi syarat re-akreditasi. Dosen harus membangun komitmen mengembangkan diri dan Kadir mereka, dan memegang teguh tiga tri darma perguruan tinggi”.
“Untuk menopang kampus yang kokoh Alumni mesti turut berkintrobusi bisa menjadi dewan penyantun. Kampus-kampus besar dunia termasuk Cambridge universitas di UK tidak lepas dari santunan (charity), terutama alumni mereka demikian pula halnya dengan Harvard University, Al Azhar university di Cairo.
Satu mimpi saya kampus Ganesha harus dapat dikenal di Internasional berkonstribusi nyata untuk pradaban dunia.” Demikian beliau utarakan dalam sambutannya.
Sementara H.Alimudin Almurtala dewan pembina YPGG dalam keterangan tertulisnya mengatakan :
“STIE Ganesha Jakarta adalah Perguruan Tinggi Swasta di bawah binaan L2DIKTI wilayah III Jakarta didirikan 11 September 1993 di Jakarta dalam pembinaan Yayasan Pendidikan Graha
Ganesha yang didirikan pada tanggal 11 November 1992 berdasarkan akta No. 2 tertanggal 02 Desember 1992 oleh Notaris Dr. H.E. Gewang, SH. yang diprakarsai oleh Keluarga Besar H. Mohamad Bazoeni Ismail, SE yang dilanjutkan oleh putra tunggalnya Dr. Ir. Moch. Aa Sjafaat, M.Sc. Kemudian
dihibahkan dan alih kelola kepada keluarga besar H. Alimudin Almurtala.
STIE Ganesha dipimpin oleh Dr. Ir. Moch. Aa Sjafaat, M.Sc. dari tahun 1993 – 2011,
Dilanjutkan oleh Dr. Margono Mitroharjono, MM. dari tahun 2011 – 2016, dilanjutkan oleh Dr. Sugeng Prayetno, MM., MH. Tahun 2016 – 2017, diteruskan oleh Dr. Achmad Mulyana, MM dari tahun 2017 – 2020, kini dipimpin oleh Prof. Dr. Muhammad Said, MA untuk masa bhakti 2020 sampai sekarang”.
“Harapan kedepan sebagaimana yang sudah dihasilkan dalam rapat dosen. YPGG STIE Ganesha meningkatkan perhatian tentang kemajuan dan kemampuan dosen dalam memenuhi ketentuan DIKTI bahwa setiap Dosen wajib melaksanakan Pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat, memiliki Jafung, mengikuti PEKERTI dan menjadi dosen yang bersertifikasi dalam rangka meningkatkan kualitas mutu dan kesejahteraan dosen yang ber-NIDN di lingkungan YPGG dan STIE Ganesha terutama pada Kampus Merdeka, Merdeka Belajar”. Ungkapnya.
Lanjutnya “STIE Ganesha resmi beralih status menuju Universitas Ganesha Nusantara UGN di tahun 2023. Upaya menuju kampus impian masa depan yang bertaraf internasional. Ambisi dan impian membawa kampus unggul bermartabat sudah sangat terasa dari semangat semua yang hadir terlebih para pimpinan. Saat ini kampus sudah memiliki 77 dosen paska dan doktoral”.
“Menghadirkan kampus merdeka belajar yang unggul adalah harapan kita semua. Karenanya, semua komponen baik di jajaran pimpinan mulai dari yayasan, rektor, dosen, karyawan dan semua yang terlibat dalam institusi kampus sepakat memberikan pelayanan prima terhadap mahasiswa/i dalam rangka menghadirkan kampus merdeka dan merdeka belajar”. Demikian urainya.
Berusaha melengkapi sarana dan prasarana serta lingkungan kampus yang sehat. Strategi dan sasaran sudah diramu, terlebih menjalankan konsep kampus merdeka belajar, dengan penempatan pemagangan mulai dari semester V dan selebihnya akan berada di industry. Untuk tempat kerja dan magang kampus sudah melakukan MoU dengan corporaite untuk penempatan kerja magang. Sementara bagi mahasiswa/i yang sudah memiliki usaha sendiri ataupun baru memulai usaha (antreprenurship) sudah disiapkan wadah UMKM sebagai tempat bergabung yang dibina oleh lembaga center UMKM bekerjasama dengan Pasca dibawah binaan lembaga kerjasama dan penempatan.
“Kampus terus berbenah terlebih sudah resmi alih status menuju Universitas Ganesha Nusantara (UGN) kerjasama terus dibangun, menghadirkan kampus sebagi kekuatan centra ekonomi UMKM sudah digalakkan. Seminar dan pendampingan menjadikan kampus sebagai basis antreprenuer sudah digalakkan sejak awal masuk”. Demikian Bung JK ketua central UMKM sampaikan.
Acara berjalan sangat meriah dengan antusias semua peserta yang hadir dengan terus meneriakkan yel yel UGN bergemuruh di semua sudut ruangan. Diakhir acara dilanjutkan ramah tamah, santap siang dan penyerahan cendra mata terhadap para dosen dan karyawan dan mahasiswa yang terus berkarya.( red)



