Kewalian Maulana Syeikh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid (episode 30) Jarak Keruak dan Pancor dalam Hitungan Detik.

Kewalian Maulana Syeikh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid (episode 30) Jarak Keruak dan Pancor dalam Hitungan Detik.

Masih dalam contoh Karomah Melipat Bumi yang dimiliki oleh Guru Besar kita

Sulthaanul Aulia Al-`Aalim Al-`Allamah Al-`Aarifu Billaah, Maulana Syaikh Tuan Guru Kyai
Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Dalam hal ini, ketika ikut (ngiring) beliau dalam
suatu pengajian di Wilayah Keruak, Lombok Timur, NTB.
Karomah Melipat Bumi dalam cerita ini disampaikan oleh salah seorang murid Maulana
Syaikh bernama Ustaz H.Ahmad Saleh, asal Montong Baan, Lombok Timur. Dan contoh dalam
kisah ini, penulis sarikan dari buku yang berjudul, “Orang Maroko Itu Sembuh Di Lombok”, , sebagai berikut;
“Suatu ketika, pengajian umum Maulana Syaikh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad
Zainuddin Abdul Madjid diselenggarakan di suatu tempat di wilayah Kecamatan
Keruak, Lombok Timur. Dan saat itu pengajian selesai menjelang shalat Maghrib
tiba. Sementara bagi Maulana Syaikh, merupakan kebiasaan bagi diri beliau dalam
Shalat Maghrib diawal waktu dan bertempat di kediamannya di Bermi Pancor.
Oleh karena itu, setelah pengajian usai, beliau segera mengajak sopir berangkat.
“Ayo kita berangkat !”, seru Maulana Syaikh kepada sopirnya.
Lalu, berangkatlah beliau beserta rombongannya. Dan suatu hal yang unik terjadi
adalah ketika berangkat dari wilayah Keruak sudah terdengar suara Muadzzin di
sebuah masjid yang saat itu baru memulai membaca pendahuluan adzan
Maghribnya, dengan membaca QS al-Ahdzab: 56, ayat yang awalnya;
Innallaaha wa malaa’ikatahu….dan seterusnya.
Begitu sampai di wilayah Rensing, Muadzzin di wilayah ini juga baru mulai
membaca pendahuluan adzan Maghrib, seperti di atas.
Selanjutnya, ketika rombongan sudah sampai di wilayah Sakra, kemudian
Rumbuk dan Songak, Muadzzin masih juga baru mulai membaca pendahuluan
adzan Maghrib, seperti dijealskan di atas.
Demikian juga, setelah sampai di kediaman beliau di Pancor, ternyata muadzzin
masih baru mulai juga dengan membaca pendahuluan adzan Maghrib.” 106 Subhanallaah. Dengan memerhatikan sekelumit cerita di atas, maka kita dapat
menemukan sesuatu hal yang aneh dalam perjalanan Maulana Syaikh tersebut. Dimana,
perjalanan yang biasa ditempuh jika normal dengan tanpa hambatan dari wilayah kecamatan
Keruak sampai dengan Pancor itu adalah tiga puluh menit dan bahkan lebih itu. Namun
demikian, bagi Maulana Syaikh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dan
rombongan yang mengikutinya, perjalanan tersebut di tempuh hanya dalam hitungan beberapa detik, sehingga kebiasaan shalat Maghrib di awal waktu di kediaman beliau, tetap seperti
biasanya. Dan dapat kita bayangkan, jika saja rombongan tersebut dengan tanpa Maulana Syaikh,
maka bisa saja Shalat maghribnya kebablasan alias terlambat, karena sampai di Pancor, sudah
adzan untuk shalat Isya. Dan inilah gambaran Karomah Melipat Bumi yang ada pada diri beliau
Maulana Syaikh.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA