Ummat Ini Menunggu Pahlawannya (Insya Alloh disampaikan pada Khutbah Idul Adha di Masjid Nurul Iman Mispalah Praya Lombok Tengah) Oleh : Habib Ziadi Thohir, M.Pd

Ummat Ini Menunggu Pahlawannya (Insya Alloh disampaikan pada Khutbah Idul Adha di Masjid Nurul Iman Mispalah Praya Lombok Tengah) Oleh : Habib Ziadi Thohir, M.Pd

Oleh : Habib Ziadi Thohir, M.Pd (Ketua PD NWDI Lombok Tengah, Ketua MCM Loteng, dan Pengasuh Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah Praya)

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر
لا إله إلا الله، الله أكبر الله أكبر، ولله الحمد.
الحمد لله الكريم المنان، ذي الجود والإحسان، فارج الكرب غافر الذنب، ذي الطول لا إله إلا هو الرحيم المتعال،
اشهد ان لا اله الا الله وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، أفضل الصلاة وأتم السلام على سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين؛ أما بعد:
فيا عباد الله! اوصيكم واياي بتقوى الله فقد فاز المتقون

Jama’ah Idul adha yang berbahagia.
الله أكبر الله أكبر، ولله الحمد.
Marilah bersama kita meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebaik-baiknya, dengan kita menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya.

Idul Adha dari masa ke masa telah mentasbihkan bahwa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail adalah tokoh sentral dari ritual ibadah ini.

Pelajaran penting dari pengorbanan dan spirit kurban Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail
adalah bahwa siapapun kita, kita harus berusaha siap berkorban, berbuat, dan berkontribusi apa yang kita bisa. Sekemampuan kita. Sebagai wujud taqwa kita kepada Alloh.

Wujud taqwa itu dengan beribadah sepenuh hati. Meyakini rukun iman dengan sepenuh jiwa. Mengamalkan ajaran Rasul tanpa banyak tanya mengapa dan kenapa.

Wujud taqwa itu juga diwujudkan oleh kepekaan sosial. Sebab Taqwa tidak akan lengkap jika tidak disertai kepedulian dan kepekaan pada sekitar.

Jama’ah Idul Adha yang berbahagia.
الله أكبر الله أكبر، ولله الحمد.
Orang-orang yang peduli dengan rutinitasnya yang berkurban hewan ternak setiap tahun, adalah para pahlawan. Di masa sulit seperti hai ini masih mau berbagi kebahagiaan. Sebab belum tentu kiri kanan kita sekali sebulan pernah mengkonsumsi daging. Bahkan ada pula di antara mereka yang bisa jadi menjual dagingnya untuk beli beras dan sayur-sayuran. Sebab apa artinya makan daging tapi nasi tidak ada.
Orang yang masih bisa berbagi sembako kepada tetangga apalagi orang banyak pada hari ini adalah pahlawan. Di saat musim pandemi begini ekonomikita limbung. Daya beli masyarakat menurut akibat pemasukan menipis. Namun Alhamdulillah sebagian dari kita iman dan kepekaannya tidak ikut menipis malah bertambah tebal. Mereka itu layak jadi pahlawan.
Para petugas kesehatan kita yang bekerja ikhlas bahkan gugur akibat terinfeksi Covid 19 juga layak disematkan jadi pahlawan. Beban kerja mereka yang semakin berat berakibat banyak petugas beguguran.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melaporkan data terbaru, bahwa per 17 Juli sebanyak 545 dokter meninggal dunia akibat Covid-19. Jumlah nakes yang gugur lebih dari 1300 orang selama pandemi ini. Dengan beban kerja yang ektra tapi gaji mereka konon tidak lancar. Sebagian besar dari mereka pun adalah petugas honorer.

Jama’ah Idul Adha yang berbahagia.
الله أكبر الله أكبر، ولله الحمد.

Pahlawan kita hari ini yang banyak berkorban adalah para pendidik. Utamanya para honorer. Para pahlawan tanpa tanda jasa itu tidak sedikit mengajar di pelosok dan pedalaman, di pesisir jauh, hingga perbatasan. Ada pula yang harus berjalan menyusuri sungai berbasah-basah memutus arus untuk menjumpai anak didik. Ada pula yang bersepeda atau berkendara sekian puluh kilo yang gaji bulanannya sudah pasti tidak mencukupi harga bahan bakar motornya. Demi pengabdian dan anak didiknya.

Banyak Para guru ngaji di desa-desa dan kampung nun jauh di pelosok. Mereka mengajarkan alif ba ta tidak tahu dan tidak mikir ada gaji intensif dari pemda atau tidak. Asal anak didik melek baca Al Quran. Cukup gaji berupa beras dan iuran bulanan yang tidak banyak dari wali murid. Berharap amal jariah tidak terputus saat anak ngaji mereka kelak semoga jadi ORANG.

Jama’ah Idul Adha yang berbahagia.
الله أكبر الله أكبر، ولله الحمد.

Sekarang dan dari dulu kala Al Quran memerintahkan kita bersegera, berkorban, berkurban, berbuatlah, bermanfaatlah di tengah ummat, bertaqwalah sebenar-benar taqwa dan kalimat-kalimat aktif produktif lainnya.

وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ

Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. (Qs Ali Imran 133)

Allah menegaskan lagi

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
“Katakanlah: “Bekerjalah kamu maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakannya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Qs. At Taubah 105)

Allah menuntut kita berbuat apa yang bisa diperbuat.
Qs. At Tagabun ayat 16

فَاتَّقُوا اللّٰهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا وَاَنْفِقُوْا خَيْرًا لِّاَنْفُسِكُمْۗ وَمَنْ يُّوْقَ شُحَّ نَفْسِهٖ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Artinya: “Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan infakkanlah harta yang baik untuk dirimu. Dan barang-siapa dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Jadi berbuat jangan menunggu menjadi pejabat atau punya power di kekuasaan. Tapi jika sudah memiliki kekuasaan maka pergunakan untuk berbuat lebih dan maksimal. Jangan menunggu ikhlas. Berbuat saja sampai ikhlas datang sendiri. Jangan menunggu alim. Ajari saja apa yang bisa diajar.

Jama’ah Idul Adha yang berbahagia.
الله أكبر الله أكبر، ولله الحمد.

Al Quran pun mengajarkan kita bersinergi dalam kebaikan dan taqwa. Jangan mengedepankan permusuhan. Buanglah energi negatif. Kuatkan spirit positif dan optimisme !

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ
Artinya : “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (perbuatan) kebaikan dan ketakwaan, dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran” (Qd. Al Maidah ayat 2)

Al Quran mengajak kedepankan Allah dan RasulNya. Karena Ummat menunggu tangan-tangan yang menjulurkan pertolongan, Ide-ide yang mengajak pada kebangkitan ekonomi dan kemandirian. Ummat tidak butuh pada perdebatan unfaedah dan silat lidah teori hebat di saat perut mereka lapar, mata pencaharian sulit, dan anak mereka tidak bisa melanjutkan pendidikan.

وَأَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَا تَنَٰزَعُوا۟ فَتَفْشَلُوا۟ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَٱصْبِرُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ
Terjemah: Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Qs. Al Anal 46)

Jama’ah Iduladha yang berbahagia.
الله أكبر الله أكبر، ولله الحمد.
Ummat ini tengah menunggu tuntunan baik bukan menonton perdebatan. Hatta saat sebagian ummat belum sadar akan agama dan masih minim pengamalannya, jangan ditinggalkan dan dimarahi, sehingga mereka lari hingga makin jauh dari tokohnya jauh pula dari agamanya.

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ

Artinya : Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. (Qs Ali Imran: 159)
Syeikh Mutawalli Sya’rowi, dalam Tafsir As-Sya’rowi, menuturkan bahwa sejatinya orang yang berbuat maksiat, dialah yang lupa kepada Rabb-nya. Dosa yang dia lakukan pun sebenarnya terlahir dari kelemahannya sebagai manusia, yang penuh dengan keterbatasan. Hatinya menjerit dari dosa itu. Tapi kelemahannya sebagai manusia membuat dia tidak bisa mengelak.

Beliau pernah ditanya pendapat tentang apa hukumnya seorang mukmin tapi malas ke masjid dan jadi ahli maksiat. Apa mereka ahli neraka atau bagaimana.? Jawab beliau dengan bijaksana sekali, “Raih tangannya ajak ke masjid sebab dia itu masih mukmin.”

Tugas dai mengajak manusia kepada Allah. Mengingatkan mereka akan rahmat dan ampunannya yang luas. Berarti mengajak mereka meramaikan surga. Surganya Alloh yang sangat lebar dan luasnya tidak terjangkau meteran alat hitungan kita.
عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ
” surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.”
Surga Disiapkan bagi yag bertaqwa. Bahkan mungkin sekali bagi pendosa yang diampuni dosanya berkat RahmatNya.

إن رحمتي تغلب غضبي

“sesungguhnya rahmatku mengalahkan murkaku” (HR. Ahmad)
Surga luas dan banyak pintu serta tingkanya itu jangan dikavling-kavling seolah punya nenek moyang kta. seolah dibangun dari emas perak batu pualam dan marmer persembahan mereka. Surga bukan hak milik mazhab ini dan itu. Manhaj yang ini atau organisasi itu. Tidak boleh layaknya berbagi proyek-proyek strategis ke perusahaan tertentu. Layaknya berbagi kursi dan jabatan kepada kerabat dan kolega. Tidak. SurgaNya itu luas tidak sesempit pikiran dan hasrat kita semua.

Jama’ah Idul Adha yang berbahagia.
الله أكبر الله أكبر، ولله الحمد.

Mari kita guyub dan rendah hati. Bahwa Allah, RasulNya dan ummat ini menunggu kiprah kita semua. Ummat ini tidak sedang kaya dan juara. Ummat ini masih terpinggirkan dan tertinggal jauh di belakang.

Maulanasyaikh Zainuddin membakar semangat kita:

Berikan andilmu kepada Islam
Diabad bangkitnya seluruh umam
Iman taqwa jadikan imam
Menghadap Ka’bah Masjidil Haram

Maha benar Allah pada Firmannya
Pada garis-Nya kepada hamba-Nya
Harus dijunjung oleh semua
Agar selamat selama-lamanya

Ingatlah kita akan kembali
Menghadap Tuhan Rabbul Izzati
Nyampaikan laporan amal sendiri
Seluruh mahluk menjadi saksi

(Wasiat Renungan Masa TGKH M Zainuddin Abdul Madjid)

Mudah-mudahan kita ummat Islam semua memiliki kepribadian mulia seperti itu. Minimal kita tidak egois mementingkan hasrat pribadi, melainkan bijaksana dengan memahami dan menghormati kepentingan orang lain di sekitarnya. Lebih utama lagi apabila kita pada kondisi sekarang ini dapat berkurban dan berbagi kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Semoga Allah Swt mendengarkan dan mengabulkan doa kita semua. Segala persoalan hidup dan kebutuhan hajat hidup kita, semoga dipenuhi semua oleh Allah Swt.

بارك االله لي ولكم وجعلنا من المحفوظين والغانمين والمرزوقين

 

Khutbah Kedua

الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر لا اله الا الله والله اكبر ولله الحمد
الحمد لله رب العالمين، يُحمد في السراء والضراء، وفي العافية والبلاء، ولا يُحمد على كل حال سواه

اشهد ان لا اله الا الله وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، وصلى الله وسلم على نبيه محمد ابن عبد الله وعلى اله واصحابه اما بعد.

فيا عباد الله! اوصيكم واياي بتقوى الله فقد فاز المتقون
قال الله تعالى ان الله وملاءكته يصلون على النبي ياايها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما. يا ربنا صل على محبوبك وسلم على اله واصحابه اجمعين
يا الله يا محسن يا مجمل يا متفضل يا مكرم يا مقتدر يا من لا اله الا انت سبحانك انا كنا من الظالمين فاغفر لنا واعف عنا وتب علينا . ربنا سلمنا والمسلمين وقنا من كل بلاء وحزن وشر مخلوقاتك انك تعلم ما لم نعلم. يا كافي المهمات يا دافع البليات فسيكفيكهم الله وهو السميع العليم.
عباد الله، ان الله ياءمر بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربى وينهى عن الفخشاء والمنكر والبغي لعلكم تذكرون
ولذكر الله اكبر

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA