Soal : Kenapa orang – orang lebih banyak menfokuskan pencarian malam Lailatul Qadar pada hari – hari yang ganjil ?
Jawab : Kebanyakan orang memang menfokuskan diri menunggu Lailatul Qadar pada malam ganjil, karena pada malam tersebut ada perintah dari Rasulullah SAW. Sebagaimana dalam sebuah hadits berikut :
عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُوْلُ للهِ قَالَ تَحَرَّوْالَيْلَةَ الْقَدْرِفِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِالْأَوَاخِرَمِنْ رَمَضَانَ
Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra bahwa Rasulullah saw bersabda: “Intailah malam qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Soal : Kenapa Rasul tidak memberitahukan secara langsung malam apa kepastian turunnya Lailatul Qadar ?
Jawab : Secara pasti malam turunnya Lailatul Qadar tidak diberitahukan, mungkin hikmahnya biar kita tekun ibadah di malam bulan suci Ramadhan yang ganjaran pahalanya berlipat ganda. Secara khusus Nabi tidak menyebut malam apa turunnya. Namun, beliau memberitahukan malam – malam ganjil yang memungkinkan tempat turunnya malam Lailatul Qadar. Silahkan simak hadits berikut :
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ قَالَ الْتَمِسُوْهَافِي الْعَشْرِالْأَوَاخِرَمِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ الْقَدْرِفِي تَاسِعَةٍ تَبْقَى فِي سَابْعَةٍ تَبْقَى فِي خَامِسَةٍ تَبْقَى
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwa Nabi saw bersabda: “Carilah lailatul qadar pada sepuh malam terakhir di bulan Ramadhan di hari tinggal sembilan, atau tinggal tujuh, atau tinggal lima, (yaitu tanggal 21, 23, dan 25 Ramadhan).” (HR Al-Bukhari)
Soal : Permintaan apa yang sebaiknya dimohon kepada Allah ketika bertemu dengan malam Lailatul Qadar ?
Jawab : Sebaik – baik permintaan yang dipanjatkan pada malam Lailatul Qadar adalah do’a mohon ampunan kepada Allah, karena dengan mendapatkan ampunan Allah akan menjadi modal utama untuk mendapatkan limpahan rahmatnya. Adapun hadits yang menunjukkan tentang model do’a yang utama untuk dipanjatkan adalah diambil dari hadits Aisyah yang bertanya kepada Nabi tentang do’a yang dipanjatkan ketika bertemu dengan malam Lailatul Qadar
عن عا ءىشة قا لت قلت يارسول اللّه أرأيت إن علمت أيّ ليلة القد رماأقول فيها قال قولي اللّهمّ انّك عفوّكريمّ تحبّ العفو فاعف عنّي قال أبو عيسى هذاحديث حسن صحيح
Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra ia berkata: Saya bertanya: “Wahai Rasulullah, Maukah engkau memberi tahu aku apa malam lailatul qadar itu dan apa yang harus aku baca pada malam itu? Rasulullah berkata: Ucapkanlah do’a, Allahuma innaka ‘afuwwun kariim tuhibbul-‘afwa fa’fu ‘anni, (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Pemurah, dan menyukai memberikan maaf, maafkanlah aku). Ia mengatakan ini adalah hadits hasan shahih.” (HR At-Turmudzi)
Soal : Bagaimana dengan pendapat yang mengatakan Lailatul Qadar jatuh pada tanggal 27 Ramadhan ?
Jawab : Mungkin mereka berlandaskan pada Hadits Sahabat Ubay bin Ka’ab. Beliau pernah bersumpah dan berkata,
وَاللَّهِ إِنِّي لَأَعْلَمُ أَيُّ لَيْلَةٍ هِيَ هِيَ اللَّيْلَةُ الَّتِي أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِقِيَامِهَا هِيَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ
“Demi Allah aku tahu kapan malam itu, yaitu malam yang kita diperintahkan oleh Rasulullah untuk menghidupkannya, yaitu malam kedua puluh tujuh” (HR. Muslim)
Demikian juga hadits dari Mu’awiyah beliau menukil perkataan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
ﻟَﻴْﻠَﺔُ ﺍﻟﻘَﺪْﺭِ ﻟَﻴْﻠَﺔُ ﺳَﺒْﻊٍ ﻭﻋِﺸْﺮﻳﻦَ
“Lailatul qadar pada malam kedua puluh tujuh.” (Abu Dawud)
Beberapa dalil lainnya yang telah kami kemukakan seperti yang ada pada pertanyaan sebelumnya, menunjukkan malam lailatul qadar itu secara umum ada di antara 10 malam terakhir, tidak harus malam ke-27. Mungkin hadits yang mengatakan 27 Ramadhan malam Lailatul Qadar menunjukkan terhadap tanggal tersebut adalah malam yang paling diharapkan turunnya Lailatul Qadar.
Mengacu kepada pendapat Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul barri berkata,
ﺃﺭﺟﺢ ﺍﻷﻗﻮﺍﻝ ﺃﻧﻬﺎ ﻓﻲ ﻭﺗﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺸﺮ ﺍﻷﺧﻴﺮﺓ ﻭﺃﻧﻬﺎ ﺗﻨﺘﻘﻞ
“Pendapat terkuat bahwa lailatul qadar pada malam ganjil 10 hari terakhir dan berpindah-pindah.
Soal : Apakah yang dimaksud dengan malam Lailatul Qadar ?
Jawab : Malam Lailatul Qadar adalah sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al- Qadr merupakan malam yang sangat mulia dan sangat baik, kebaikannya melibihi seribu bulan, dan hanya ada pada bulan Ramadhan.
Soal : Apa saja keutamaan malam Lailatul Qadar ?
Jawab : Adapun diantara keutamaannya adalah sebagai berikut :
1. Satu malamnya lebih baik dari seribu bulan.
2. Pada malam tersebut para malaikat turun ke bumi membawa kebaikan.
3. Adanya keselamatan sampai pagi (Terbit fajar)
4. Dosa diampuni. Sebagaimana dalam sebuah hadits :
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيَّ قَالَ مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَلَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ أِيْمَانًا وَاحْتِسَبًا غُفِرَلَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Dari Nabi SAW ia bersabda: “Barang siapa yang beribadah pada malam lailatul qadar atas dasar iman dan mengharap pahala Allah, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala Allah, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Al-Bukhari)



