Karya : Abu Akrom
NW sejati berupaya keras
Tidak pernah bermalas-malas
Menuntut ilmu hingga level atas
Belajar giat tidak terbatas
Salah satu karakter NW sejati yang sangat nyata adalah selalu berupaya keras dan dengan sungguh-sungguh tanpa ada rasa malas sedikitpun untuk menuntut ilmu apa saja. Didalam menuntut ilmu benar-benar diperjuangkan hingga level yang paling atas. Artinya sampai benar-benar memiliki pendidikan tingkat tinggi, tidak mengenal lelah apalagi berputus asa akan selalu belajar dengan giat setiap hari tanpa batas usia yang ditentukan. Hanya kematianlah yang menjadi batas akhir untuk belajar ilmu apa saja sesuai dengan bidang dan kebutuhannya. Karena bagaimanapun menuntut ilmu itu adalah kewajiban pokok bagi setiap umat Islam, sebagaimana hadis Nabi:
تَعَلَّمُوْاوَعَلِّمُوْاوَتَوَاضَعُوْالِمُعَلِّمِيْكُمْ وَلَيَلَوْا لِمُعَلِّمِيْكُمْ ( رَواهُ الطَّبْرَانِيْ)
Artinya, “Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu.” (HR Tabrani)
Diantara ciri NW sejati
Menuntut ilmu setiap hari
Ilmu duniawi dan ilmu ukhrawi
Dipelajari sampai mengerti
Diantara ciri khas NW sejati yang sangat nampak adalah senantiasa menuntut ilmu setiap hari baik ilmu yang bersifat duniawi maupun ilmu yang bersifat ukhrawi. Ilmu yang bersifat duniawi itu adalah ilmu umum yang berkaitan tentang keduniaan. Ilmu duniawi ini sangat penting untuk dipelajari. Dengan mempelajari ilmu duniawi, akan dapat membuat karya nyata untuk kepentingan kehidupan umat manusia dan mempermudah melakukan segala sesuatu demi tercapainya kehidupan yang lebih layak dan sejahtera.
Ilmu ukhrawi adalah ilmu yang berkaitan dengan ilmu agama yang sangat penting untuk kesempurnaan ibadah kepada Allah. Ilmu agama ini juga berkaitan dengan akhlak, moral dan adab. Ketika manusia memahami bagaimana menunjukkan akhlak, moral dan adab, maka terbangunlah komunikasi yang harmonis sesama manusia, sehingga kehidupan diwarnai penuh dengan persatuan, kerukunan dan kedamaian untuk selama-lamanya. Tidak akan terjadi salah paham yang berakibat rusaknya hubungan kemanusiaan yang sudah dibangun dengan baik.
Menimba ilmu melalui formal
Bisa juga melalui non formal
Semua ditempuh secara normal
Agar menjadi manusia handal
Kewajiban menimba ilmu itu diperoleh melalui dua jalur yaitu formal dan non formal. Melalui jalur formal, akan berjuang menuntut ilmu dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi, Untuk melengkapi dan menyempurnakan khazanah ilmu, tidak cukup menimba ilmu melalui jalur formal, mesti menambah keilmuannya melalui non formal. Perlu diketahui bahwa menimba ilmu melalui non formal ini terkadang lebih luas dan lebih dalam pemahamannya daripada melalui jalur formal, karena tidak diikat oleh kelas yang serba terbatas. Belajar melalui non formal ini didapatkan melalui kampus kehidupan alam semesta yang sangat luas tidak terbatas. Semua kewajiban menuntut ilmu ini dilaksanakan penuh semangat, giat, serius dan fokus demi membangun diri menjadi manusia yang handal, berbobot dan mumpuni dalam berbagai bidang yang dibutuhkan.
Jalur formal dimulai dari
Tingkat dasar sampai tingkat tinggi
S satu S dua S tiga dilalui
Inilah target yang sangat terpuji
Di dunia ini pendidikan melalui jalur formal itu sudah diatur dengan rapi dan sistimatis dengan menggunakan kurikulum yang sepadan sesuai dengan tingkatannya. Setiap diri dituntut untuk mengikuti pendidikan formal (resmi) yang sudah diprogramkan oleh pemerintah, mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Menengah (SMP, SMA) sampai Perguruan Tinggi (S1, S2, S3). Semua jenjang pendidikan ini mesti ditempuh sebagai suatu target yang sangat terpuji dan besar artinya bagi setiap diri untuk mencerdaskan intlektualnya sekaligus spiritualnya, karena sistem kurikulum yang ditetapkan itu sesuai dengan tujuan pendidikan yang ditetapkan di Indonesia yaitu Menurut UU No. 20 Tahun 2003 pasal 3 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Jalur non formal luas sekali
Banyak sumber bisa dipelajari
Majlis ta’lim dan juga diskusi
Media sosial dan televisi
Ternyata belajar ilmu itu tidak cukup hanya melalui jalur formal, juga mesti belajar melalui non formal. Bila dibandingkan dengan belajar melalui jalur formal, maka belajar melalui jalur non formal itu jauh lebih luas medannya. Kalau belajar melalui jalur formal dibatasi oleh bangunan sekolah/kampus saja, sedangkan belajar melalui jalur non formal sangat luas tidak dibatasi oleh apapun. Alam yang luas ini bisa dijadikan kampus raksasa yang tidak ada habis-habisnya, bahkan bisa mengalahkan orang-orang yang hanya belajar melalui jalur formal, karena jalur formal secara umum belajarnya hanya bersifat teoritis (pengetahuan yang bersifat akademik). Sedangkan belajar melalui non formal semua ilmu dapat diseraf dan itu nyata hasilnya, sehingga dapat dimanfaatkan langsung oleh seluruh manusia dan menjadi sumber rujukan yang melahirkan penemuan-penemuan yang mengagumkan.
Belajar melalui jalur non formal itu banyak macamnya antara lain belajar ilmu agama di majlis ta’lim, mengikuti seminar, pelatihan, diskusi dan lain-lain. Bahkan di era yang super canggih seperti sekarang dapat kita gunakan media sosial melalui HP/Komputer dan televisi yang tersambung dengan internet 24 jam non stop. Hampir semua manusia menggunakan media sosial untuk segala macam kebutuhan berupa ilmu, berita, informasi dan masih banyak lagi, subhanallah. Mari kita benar-benar memanfaatkan jalur non formal untuk menambah ilmu dan wawasan kita, sehingga kualitas kecerdasan intlektual, emosional, spiritual dan sosial akan selalu meningkat dari waktu kewaktu.
Cirebon, 15 Jumadil Awwal 1442 H/30 Desember 2020 M





