Bupati Lotim : Peningkatan Jumlah Pasien Covid-19 Mulai Menghawatirkan.

Bupati Lotim : Peningkatan Jumlah Pasien Covid-19 Mulai Menghawatirkan.

Sinar5news.Com – Lombok Timur – Kasus Covid-19 di Kabupaten Lombok Timur yang terkonfirmasi positif dari sejak awal hingga sampai ahad 20 Desember 2020 tercatat sebanyak 669 pasien terkonfirmasi positif dengan rincian 59 orang masih diisolasi, 584 sembuh, dan 26 meninggal dunia. Kondisi ini dinilai Bupati Lombok Timur, H. SukimanAzmy sudah mulai meresahkan.

Menurutnya, hal tersebut akibat menurunnya kesadaran masyarakat akan dampak dan penyebaran Covid-19. Karenanya ia meminta seluruh pihak pihak agar senantiasa menaati protocol kesehatan dengan tetap menerapkan gerakan 3 M (Memakai Masker, MencuciTangan, Menjaga Jarak).

Bupati juga berharap kepada tokoh masyarakat untuk dapat mengingatkan kembali penerapan 3M untuk memperlambat kembali laju penyebaran covid-19 di daerah ini. Terkait pembatasan wisata jelang libur Natal dan tahun baru Bupati menegaskan akan dilakukan pembatasan dengan protocol kesehatan ketat. Hal itu disampaikan Bupati usai apel gelar pasukan Operasi “Lilin” tahun 2020 di halaman Kantor Bupati Lombok Timur. Senin (21/12/2020).

 Kapolres Lombok Timur, AKBP.Tunggul Sinatrio,S.I.K,M.H bertindak sebagai inspektur Upacara dalam gelar Apel Operasi “Lilin” Tahun 2020, membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz. Ditegakkannya apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi “Lilin2020” dalam rangka pengamanan perayaan Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021.

“Operasi Lilin akan berlangsung15 hari, mulai dari tanggal 21 Desember 2020 sampai dengan tanggal 4 Januari 2021, tentunya dengan tetap menerapkan protocol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19,” Ungkap Kapolres.

Ditekankan peningkatan aktifitas masyarakat pada pusat keramaian pada hari raya Natal dan tahun baru akan sangat berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, gangguan kamseltibcarlantas, dan pelanggaran protocol kesehatan Covid-19. Karenanya, Polri telah mempersiapkan sebanyak 154.839 pasukan gabungan TNI/Polri yang terdiridari 83.917 personelPolri, 15.842 personel TNI, serta 55.086 personel instansi terkait lainnya.

Personel tersebut akan ditempatkan pada 1.607 pos pengamanan untuk melaksanakan pengamanan terkait gangguan kamtibmas dan kamseltibcarlantas, dan 675 pos pelayanan untuk melaksanakan pengamanan di pusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, dll.

Kapolri berharap seluruh Kasatwil mampu menentukan langkah antisipasi yang proaktif dan aplikatif serta bertindak secara tepat, efektif dan efisien dalam mengatasi berbagai potensi gangguan yang ada, sesuai dengan karakteristik kerawanan pada masing-masing daerah.(Bul)

 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA