Oleh Badri HS QH
Beriman tak cukup pengakuan saja
Tapi harus dilihat dalam sikapnya
Sikap saat m’ghadapi tuntunan الهى
Saat m’ghadapi dunia alam fana ini
Dengan m’ghadapi segala peristiwa
Pengendalian hawa nafsu Angkara
Itulah inti pernyataan TGB زين المجدى
Sang cucu Maulanasyaikh حمزنوادى
TGB mrespon terhadap kegaduhan
Terjadi Demonstrasi besar besaran
Yang kita saksikan seperti dijakarta
Dan termasuk di kota kota lainnya
Tak terkecuali Nusa Tenggara Barat
Jelas TGB ketika dimintai pendapat
Di Islamic Center Hubbul Wathan
Bhw esensi berdemo, menyuarakan
Sebab itulah, maka berdemonstarsi
Tetap di bolehkan scara konstitusi
Menurut agama juga bisa diterima
Bahkan saat tertu, itu wajib Ujarnya
Namun harus cara baik & bijaksana
Jelas TGB sang cucu مولانا tercinta
Ulama tafsir itu mengingatkan kita
ولا تفسدوا في الأرض بعد إصلاحها .
“…… dan janganlah kamu berbuat
kerusakan di muka bumi sesudah perbaikannya…” (QS. al – A’raf: 85)
Di ayat lain Allah juga berfirman:
إن الله لا يحب المفسدين .
“Sesungguhnya Allah tidak menyukai
para pembuat kerusakan.”
( QS. al – Qashash:77 )
Dalan ayat tersebut,TGB m’jelaskan
“Merusak yang lahir maupun bathin
Jelas tak bisa dibenarkan agama
Merusak ajaran agama, fasilitasnya
Sama-sama tidak baiknya.” Ujarnya
Prof. Qurasih Shihab dlam tafsirnya
Di antara makna m’buat kerusakan
Seperti pembunuhan, perampokan
Pengurangan takaran & timbangan
Dan juga berfoya-foya, pemborosan
& Gangguan kelestarian lingkungan
Smua itu bagian dari pengerusakan
Jakarta, 26 Oktober 2020
Berdemokrasi ada plus minusnya
Tulisan Abah Rosela Naelal Wafa
Di Syairkan oleh Akhi Badri HS QH
Kajian TGB DR KH.Zainul Majdi,MA



