5 HAL RAMUAN PERJUANGAN

5 HAL RAMUAN PERJUANGAN

Oleh: Abah Rosela Naelal Wafa

Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Wathan periode 2019-2024, dan Ketua Komando Pusat Satgas Hamzanwadi periode 2020-2025, telah resmi dilantik oleh Ketua Umum Dewan Tanfiziyah PBNW Dr. TGB. KH. Muhammad Zainul Majdi, MA., pada hari Sabtu, 19 September 2020 M.

Pelantikan tersebut berlangsung secara virtual atau melalu media Zoom, dengan pusat utama mengambil lokasi di gedung Birrul Walidain komplek madrasah Darunnahdatain Nahdlatul Wathan di Pancor, Selong Lombok Timur.

Setelah jajaran Pengurus Muslimat dan Pengurus Satgas Hamzanwadi dilantik, selanjutnya secara bergiliran masing-masing ketua umum terpilih menyampaikan sambutannya.

Sambutan dimulai oleh Ketua Umum Muslimat NW terpilih Ummuna Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah. Dalam sambutannya, beliau tak luput mengajak kita bersyukur meski dalam keadaan dan situasi sulit seperti sekarang ini, di musim pandemi.

“Kondisi sekarang hanya bisa kita lawan dengan kedisiplinan, kesabaran dan istikamah. Istikamah untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19.” Kata Ummi Rohmi.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka Ibu Wagub NTB ini mengajak kita –khususnya jamaah muslimat–, agar berperan aktif mengedukasi teman, kerabat, masyarakat dan orang-orang terdekat, terutama keluarga, agar rajin mencuci tangan, dan bila keluar rumah, menggunakan masker.

Terlebih saat ini, NTB sebagai pelopor Perda pertama di Indonesia. Tapi, apalah artinya sebuah Perda tanpa keterlibatan dan dukungan kita semua. Terhitung sejak 14 September 2020, menurut Perda itu, bagi yang keluar tidak menggunakan masker, akan didenda.

“Jangan sampai ada muslimat yang didenda. Jangan ada keluarga kita didenda. Semua kita, mari kita patuhi protokol kesehatan Covid-19.” Demikian pesan dan ajakan Ummi Hj. Emi.

Hal yang sama juga, diserukan oleh Ketua Komando Pusat Satgas Hamzanwadi, yakni Bapak H. Djamaluddin kepada seluruh jajaran pengurus pusat, wilayah hingga rayon dan semua anggota, agar mematuhi protokol kesehatan Covid-19 seperti yang ditetapkan pemerintah.

“Semua ini sebagai sumbangsih kita selaku warga Nahdlatul Wathan dan sebagai warga Indonesia yang baik.” Kata Ketua Yayasan Darunnahdatain NW di Pancor itu.

Sementara itu, Dr. TGB. KH. Muhammad Zainul Majdi, MA dalam sambutannya selaku ketua DT. PBNW menambahkan dengan kalimat-kalimat spirit seputar perjuangan.

Kata TGB, bahwa perjuangan itu memiliki ramuan-ramuan yang menjadi energinya. Ramuan perjuangan itu ada lima.

Pertama, tindakan atau karya nyata. Karena itulah di dalam al-Qur’an, Iman dan amal shalih selalu disandingkan. Tidak dipisah. Jadi, perlu adanya ikhtiar-ikhtiar nyata. Bukti konkrit di atas teori.

Kedua, ada antusiasme. Ada gelora atau semangat yang bisa dirasakan oleh semua jajaran ķepengurusan. Sehingga dengannya para pengurus bisa memberi sinyal yang sama kepada bawahannya.

“Perjuangan tanpa antusiasme, tanpa semangat atau gelora, maka akan sulit mencapai hasil yang nyata.” Kata TGB menekankan.

Begitu pula yang ketiga, yaitu komitmen. Atau dalam bahasa kita istikamah. Komitmen yang selalu mengingatkan kita, bahwa ada tujuan utama yang ingin kita capai dari sebuah perjuangan tersebut.

Kata TGB, dengan meletakkan tujuan itu di hati dan pikiran, bisa membuat kita tidak mudah putus asa dalam menggapai sebuah perjuangan mulia.

Keempat, المصابرة keuletan. Ini adalah hal yang sangat penting dimiliki para pejuang. Terutama saat-saat situasi telah berubah. Tantangan hidup semakin kompleks. Salah satunya seperti saat ini.

Situasi saat ini sedikit banyak telah memberi efek kepada tatanan kehidupan sosial kita, bahkan berpengaruh pada asfek keagamaan kita. Termasuk juga pasti mempengaruhi semangat perjuangan ini. Maka, salah satu bukti dari المصابرة itu –menurut TGB– ialah mengikuti tatanan kehidupan baru.

Kalau dalam bahasa al-magfurulah itu, سر لا تبالي . Jangan tantangan itu membuat kita mundur. Jangan sesuatu yang tidak kita kenal membuat kita berkecil hati. Tumbuhkan semangat. Bangun optimisme kolektif.

Itulah yang dicontohkan oleh Al-Magfurulah, bahwa dalam sepanjang perjalanan perjuangannya, beliau selalu mengajarkan kita bagaimana bisa beradaptasi dengan tantangan kehidupan yang ada.

Dan kelima, perjuangan itu diramu dengan doa. Al-Magfurulah mengajarkan kita doa yang menunjukkan bahwa, tindakan nyata, komitmen kita, keuletan, dan semuanya adalah الإختيار الإنساني sebatas ikhtiar manusiawi yang harus dilengkapi dengan doa, sebagai sebuah pengakuan bahwa sumber kekuatan itu adalah Allah swt.

Wa Allah A’lam!

Bilekere, 20 September 2020 M.

*#Sekretaris_PCNW_Kediri

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA