Hikam Athoillah biasa disebutnya
Matannya sarat makna dan indah
Tidak sembarang untuk membaca
Ngaji ke Ustaz yang bisa mensyarah
Ibnu Athoillah Assakandari
Mursyid ketiga thoriqoh Syadziliyah
Bila ingin membaca dan mengkaji
Taklimlah ke ustaz hingga tak salah
Lewat matannya yang indah
Berkata Athaillah assakandari
Ashlu kulli ma’shiyah wa ghoflah
Adalah al-Ridho ‘anin Nafsi
Maksiat itu perbuatan dosa
Perangkapnya menarik hati
Piawai setan menggoda kita
Hawa nafsu kita turuti
Al-ghoflah artinya lalai
Lupa Allah dan Rasulullah
Jika Ibadah terbengkalai
Kan menyesal di yaumil qiyamah
Masih matan hikam yang satu
Syaikh Athoillah menasihati
Tidak ridho pada hawa nafsu
Sumber ketataan pada ilahi
Sadar diri dan kewaspadaan
Lanjutan dari isi matan ini
Syahwat ‘kan bisa dikendalikan
Bila ‘adamu ridho ‘anin nafsi
أَصْلُ كُلِّ مَعْصِيَةٍ وَغَفْلَةٍ وَشَهْوَةٍ اَلرِّضَا عَنِ النَّفْسِ وَأَصْلُ كُلِّ طَاعَةٍ وَيَقْظَةٍ وَعِفَّةٍ عَدَمُ الرِّضَا مِنْكَ عَنْهَا
“Pokok dari semua maksiat, kelalaian dan syahwat adalah suka/rela terhadap hawa nafsu. Dan pokok setiap ketaatan, kesadaran dan kebaikan akhlak ialah pengekangan/tidak rela terhadap hawa nafsu.”(Syaikh Ibnu Athoillah al-Sakandariy dalam hikamnya yang ke-33).
*Salam Bahagia dari Ahmad Rusdi,* 070902020.




